Sidoarjo,
reporter.web.id - Taksi online yang ditumpangi Bayu Andy Irawan tiba Perum Alam Juanda, Desa Pepe, Sedati, Sidoarjo malam itu. Mobil yang ditumpangi pria 32 itu lalu menuju rumah, Irene Siska Widyastuti.

Sebelum turun, Bayu sempat melihat dua pria yang tak dikenalnya keluar dari rumah Irene. Meski demikian, Bayu tetap turun dari taksi dan menuju rumah Irene.

Bayu tak curiga karena Irene merupakan Regional Account Manager sebuah perusahaan susu yang berlokasi di Waru, Sidoarjo. Bayu mengira dua orang tersebut adalah bawahan Irene.

Mengetahui Bayu datang, Irene segera menyambutnya dan langsung mengajak makan-makan serta pesta minuman keras. Dengan kondisi setengah mabuk, pasangan kekasih itu lantas menuju kamar dan melakukan hubungan intim.

Bayu dan Irene sendiri telah menjalin asmara sejak September 2019. Sejak saat itu, keduanya kerap mabuk dan berlanjut ke hubungan badan setiap bertemu.

Puas menyalurkan birahinya, Bayu lalu tertidur. Ia lalu bangun dari tidurnya sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, Bayu mengetahui Irene tengah memasak. Keduanya kembali makan-makan dan menenggak minuman keras.

Saat Bayu sedang tidur-tiduran di ruang tamu hendak pamit pulang ke Malang, ia mencium bau sperma. Spontan, Bayu lalu teringat dua orang yang keluar dari rumah kemarin.

Keduanya lalu adu mulut. Bayu yang emosi lantas memegang pundak Irene dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan mencekik leher. Irene yang kalah tenaga lalu dibanting dan terus dicekik sekian waktu hingga tewas.

Bayu tak langsung kabur setelah menghabisi janda 43 tahun itu. Namun ia sempat mandi dan beristirahat di kamar. Setelah 2 jam berlalu, ia lantas mengambil kunci mobil dan segera keluar dari rumah Irene.

Dari luar Bayu lantas mengunci pintu rumah dan melempar kunci ke dalam rumah. Ia lantas kabur dengan membawa mobil Honda HR-V yang merupakan kendaraan operasional Irene selama bekerja menjadi manajer.

Mobil yang terparkir di rumah Irene itu lantas dibawa Bayu ke Malang. Kebingungan dengan mobil itu, Bayu kemudian menelepon temannya, Yesaya Yohanes Christian untuk menitipkan mobil di rumahnya.

Tanpa curiga, Yesaya mengizinkannya. Sebab saat itu, Bayu berdalih di rumahnya di Karang Ploso, Malang tak bisa menampung mobil karena sedang direnovasi.

Mobil warna hitam nopol L 1487 IU itu lantas dibawa Bayu ke rumah Yesaya. Di sana, ia lantas menyerahkan uang Rp 500 ribu tunai sebagai uang titip parkir mobil.

Selesai menitipkan mobil, Bayu lantas kabur ke Surabaya dengan naik bus. Selama pelariannya di Surabaya, Bayu sempat bersembunyi di kawasan wisata religi Sunan Ampel dan tidur di sejumlah musala SPBU.

Mayat Irene sendiri baru diketahui beberapa hari setelahnya. Kasus pembunuhan itu terbongkar setelah pihak keluarga dan perusahaan merasa kehilangan Irene.

Polisi yang mendapat laporan melakukan penyelidikan dan mencurigai Bayu sebagai pelaku pembunuhan. Bayu kemudian dikejar dan berhasil ditangkap pada Senin, 10 Agustus 2020 sekitar pukul 01.30 WIB.

Saat ditangkap, Bayu tengah bermain game online di sebuah warnet di kawasan Klampis, Surabaya. Bayu lantas dikeler ke Polresta Sidoarjo dan kasusnya dirilis polisi.

"Kejadian pembunuhan Minggu, (28 Juni 2020). Namun jenazah korban (Irene) ditemukan pada Rabu (1 Juli 2020)," ujar Kapolresta Sidoarjo saat itu, Kombes Sumardji kepada wartawan.

Rabu, 6 Januari 2021, Bayu menerima ganjaran atas perbuatannya. Ia divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo dengan hukuman 18 tahun pidana penjara. Vonis ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa yakni 15 tahun pidana penjara.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Bayu Andy Irawan oleh karena itu dengan pidana penjara selama 18 tahun," kata hakim ketua, Achmad Peten Sili saat membacakan amar putusannya.(red.J)