KEDIRI, reporter.web.id - Warga Desa Sidomulyo, Wates, yang istirahat kemarin siang terganggu. Warga berhamburan setelah mendengar suara benturan keras yang terjadi sekitar pukul 13.30 kemarin.


Temuan pemeriksaan menunjukkan bahwa truk bernopol AG 8480 UH yang bergerak dari arah barat menabrak teras rumah warga setempat bernama Nining Susana, 47. Truk langsung terguling akibat benturan, yang menyebabkan kerusakan pada bodi depan kirinya.

Menurut pantauan media ini, truk nahas yang dikemudikan oleh pria berusia 20 tahun bernama Fahad Zaenuri dievakuasi sekitar pukul 15.30 kemarin.

Selama proses evakuasi, pemuda asal Desa Candirejo, Kecamatan Ponggok, Blitar itu juga menunggui dari jarak beberapa meter. “Ban depan kiri memang ciri,” kata Zaenuri tentang insiden yang dialaminya kemarin.

Lebih jauh Zaenuri mengungkapkan, sebenarnya kondisi ban masih tebal. Namun batiknya sudah habis dan ada bagian yang bolong. “Sudah diberi kampas gantung tapi nggak ngatasi,” lanjut pemuda yang mengalami kecelakaan setelah mengirim batu ke Nganjuk itu.

Saat di dekat lokasi, tiba-tiba saja angin di ban kiri depan truk langsung ngewes. Dalam hitungan detik angin langsung habis dan truk langsung oleng tidak bisa dikendalikan. “Direm sudah tidak bisa,” terang Zaenuri.

Dengan laju truk yang tak bisa dikurangi, Zaenuri yang kemarin siang mengemudikan truk bersama Irfan, 20, kernet, hanya bisa pasrah. Braaak! Truk sempat menyerempet pot bunga dan beberapa barang di depan rumah Sriluh Lentari, 58, sebelum menabrak teras rumah Nining yang dijadikan toko kelontong.

“Dari barat saya lihat truk sudah nyeser-nyeser. Akhirnya mengenai pot-pot bunga saya dan pagar sebelum menabrak rumah Bu Nining,” tutur Sriluh yang saat kejadian kemarin sedang menjahit baju di teras.

Jika Sriluh sedang menjahit, Nining yang rumah bagian depannya rusak tertabrak truk tengah mencuci baju di belakang.

“Waktu saya dengar benturan keras, saya langsung ke depan. Bagian sini sudah penuh debu. Tidak kelihatan. Saya langsung lari ke depan lewat samping,” urai perempuan yang memakai masker karena rumahnya penuh debu itu.

Setelah debu tidak lagi bertebaran, Nining baru mengetahui jika tak hanya tembok bagian depan dan samping barat saja yang ambruk. Melainkan, tembok rumah bagian timur juga retak dan berongga. Reruntuhan material bangunan menimpa dua unit sepeda motor Honda Beat dan sepeda pancal miliknya.

Tidak hanya itu, sejumlah barang dagangan Nining juga tak terselamatkan karena rak tempat memajang barang-barang juga ikut tertimpa material.

“Itu tidak kelihatan,” jelas Nining sambil menunjuk reruntuhan tembok di terasnya.

Berapa jumlah kerugian dari kejadian kemarin? Nining mengaku belum menghitung secara pasti. Namun, ditambah kerusakan bangunan nilainya dipastikan lebih dari Rp 50 juta. “Masih akan dihitung nanti jumlahnya secara pasti,” beber Nining.

Terpisah, Kanit Turjagwali Polres Kediri Iptu Budi Winariyanto menyebut, anggotanya sudah menangani kasus kecelakaan truk tersebut. “Truk sudah diamankan di Polres Kediri. Sopir dan kernetnya kami periksa,” terang Budi.

Terkait jumlah kerugian akibat insiden tabrakan itu, menurut Budi juga masih akan didalami. “Kami akan memanggil pemilik rumah untuk dimintai keterangan. Nanti mereka biar nego sendiri dengan pemilik truk untuk perbaikan dan ganti rugi sampai terjadi kesepakatan,” jelas Budi sembari menyebut meski rumah rusak tapi tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.(red.J)