SURABAYA, reporter.web.id- Saat pengesahan warga baru perguruan pencak silat dilakukan Minggu (7/7) di dua lokasi sekaligus, Polrestabes Surabaya melakukan pengamanan. Ini terjadi di gedung dalam di Jalan Medokan Sawah Timur, Surabaya, dan di Gedung Universitas Dr. Soetomo di Jalan Semolowaru, Surabaya.

Mulai pukul 22.00, Polrestabes Surabaya melakukan pengalihan arus di perbatasan. Di antaranya adalah Bundaran Karang Poh, Bundaran Waru, Romokalisari, Terminal Benowo, Jambatan Kedung Baruk, simpang tiga Menganti, simpang empat Jalan Demak dan Kedung Cowek, serta Jambatan Kedung Baruk.
Polisi disiagakan untuk menghalau massa penggembira yang hendak masuk Surabaya.

"Kami juga meminta mereka tidak mengenakan atribut perguruan pencak silat," kata KaPolrestabes Surabaya Kombes Pol Pasma Royce melalui Kasi Humas AKP Haryoko, Minggu (7/7).

Pengamanan kali ini akan melibatkan Brimob Polda Jatim, TNI, Satpol PP, dan dari perguruan pencak silat. Selain pengalihan arus, anggota akan disiagakan untuk rekayasa jalan di tengah kota. Antara lain, di Kebun Binatang, Surabaya, Taman Pelangi, Taman Bungkul, Siola, simpang empat Polisi Istimewa dan Gedung Negara Grahadi.

Pengamanan ini melibatkan 1.732 personel gabungan yang dibagi ke wilayah-wilayah. Pengalihan arus dan rekayasa jalan tengah kota ini dilakukan untuk mengantisipasi konvoi massa perguruan pencak silat.

"Kami sudah mengimbau untuk tidak konvoi dan mengenakan atribut untuk mengantisipasi konflik atau gangguan kamtibmas selama acara, " tegasnya.(red.J)