SURABAYA,reporter.web.id - Yusup, 23 tahun, mengalami pilu. Warga Desa Betek, Krucil, Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia akibat tembakan tak sengaja dari senapan angin. Peluru yang seharusnya mengarah ke burung ini mengenai dahi Yusup.
Malang sekali, salah satu rekannya memukul Yusup dengan peluru. Ini terjadi saat mereka memburu burung di hutan.

Ini terungkap saat Unit Pidum Satreskrim Polres Probolinggo melakukan rekonstruksi langsung di TKP, yaitu di hutan Desa Betek, Kecamatan Krucil. Rekonstruksi dipimpin oleh Ipda Eko Aprianto, Kanit Pidum Satreskrim Polres Probolinggo, dan berlangsung selama sekitar tiga jam. 

Dalam rekonstruksi ini, penyidik juga menghadirkan lima orang yang terlibat dengan tewasnya bapak 1 anak itu. Ada sebanyak 13 adegan diperagakan dalam rekonstruksi itu, mulai dari awal berangkat hingga korban terkena peluru.

Saat rekonstruksi, pelaku MR (23) mengaku, sebelum menyadari peluru senapan angin milik mengenai dahi korban, bidikan senapannya menargetkan seekor burung perkutut yang berada di ranting pohon.

"Posisi burung ini tidak terlalu tinggi, tapi kalau ke tempat korban berada itu tertutup semak-semak. Jadi pas saya tembak burung perkutut ini tidak sampai kena, dan tidak tahu kalau kena ke korban," aku MR, Sabtu (6/7/2024).

Tak berselang lama, lanjut MR, dirinya kemudian mendengar teriakan ZI (30) yang saat itu sedang bersama korban. Setelah didekati, ternyata korban sudah dalam keadaan membungkuk dengan luka di dahinya.

"Kemudian saya dan teman ini membawa korban ke tempat sepeda motor yang diparkir. Kemudian saya telpon teman-teman yang lain. Setelah semuanya berkumpul, korban langsung kami bawa ke Puskesmas Condong," ungkapnya.

Sebelumnya, seorang pria di Probolinggo tewas setelah tertembak saat berburu, Kamis (4/7). Korban tewas diduga tertembak peluru senapan angin.

Korban adalah Yusup (23), warga Dusun Sumber Jambe, Desa Betek, Krucil, Kabupaten Probolinggo. Yusuf saat itu berburu bersama beberapa teman dan saudaranya.

Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Meski demikian, pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi dan segera diambil ke rumah duka untuk dimakamkan.

Kepala Kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Mujiono saat dikonfirmasi membenarkan terkait peristiwa tersebut. Ia menyebut korban merupakan dibawa ke pihaknya setelah dievakuasi dari Puskesmas Condong, Kecamatan Gading.

"Betul, ada kiriman korban dari Puskesmas Condong. Korban luka akibat senapan angin, untuk lukanya itu ada di kepala bagian dahi depan," kata Mujiono.(red.J)