Banyuwangi, reporter.web.id - Pencurian tali pocong dan kafan dengan cara membongkar kuburan bikin geger di Dusun Krajan, Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi. Aksi tersebut dikaitkan dengan rangkaian ritual asmara.

Ketua Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu) Cabang Banyuwangi Abdul Fatah Hasan menyatakan, praktik perdukunan memiliki sejumlah ciri yang dapat teridentifikasi melalui media yang dipergunakan. Identifikasi praktik spiritual tersebut dapat dilakukan melalui ciri hari dan objek yang digunakan.

Melihat aksi pencurian tali pocong dan kafan di Kecamatan Cluring terjadi pada hari Jumat legi, Fatah menduga hal tersebut berkaitan dengan kepentingan asmara.

"Wafatnya Minggu legi dan diambilnya pada Jumat legi, kalau dari sana dilihat bahwa motivasinya itu asmara. Beda lagi kalau ambilnya di weton Pahing itu untuk pesugihan," terang Fatah, Senin (1/7/2024).

Menurut Fatah, tali pocong memiliki fungsi berbeda di masing-masing bagian.

"Fungsi dan tingkat khasiatnya beda-beda, dari yang tali pocong bagian atas, bagian tengah dan bawah itu beda kekuatannya," terang Fatah.

Menurutnya, praktik perdukunan konvensional atau tradisional memang lazim menggunakan cara demikian untuk meluluskan tujuan melalui ritual.

"Bisa jadi kalau memang yang diambil itu kain kafan ada pasti tujuan di sana untuk ritual, tapi kalau dilihat harinya itu tentunya soal asmara," tegas Fatah.

Meski demikian, ia menegaskan, dalam kondisi kekinian cara tersebut sudah dihilangkan. Sebab, hal itu tidak beradab dan mengabaikan faktor moral kemanusiaan.

Diberitakan sebelumnya, seorang warga mengabadikan kondisi makam berantakan di Dusun Krajan pada Sabtu (29/6). Sejumlah warga yang memeriksa pembongkaran makam itu mendapati 2 tali pocong milik jenazah raib.

Kepala Desa Plampangrejo Yudi Wiyono menyatakan, awalnya sejumlah warga berniat membersihkan makam bersama juru kunci. Mereka kemudian dikejutkan dengan kondisi salah satu makam yang berantakan.

Usai menerima laporan warga, ia turut memeriksa lokasi dan melaporkan hal itu kepada pihak berwajib. Ia menduga pelaku beraksi pada tengah malam saat warga sedang terlelap.

Diketahui jasad di liang lahad itu adalah perempuan berinisial ED (43). Dia dimakamkan pada Minggu dengan hitungan weton Jawa legi.(red.J)