Jakarta, reporter.web.id - Judi online sudah semakin meresahkan masyarakat. Netizen serempak teriak minta judol diberantas karena sudah seperti penyakit.

Dalam sepekan terakhir, ada sejumlah langkah yang dilakukan Kominfo untuk memberantas judi online. Misalnya saja Kominfo menggaet Bappebti untuk memblokir transaksi judi online lewat kripto.

Kominfo pun pada 25 Juni 2024 lalu memerintahkan penutupan koneksi internet ke Kamboja dan Davao, Filipina yang disinyalir menjadi sentra judi online. Telegram pun setelah diancam diblokir, merespons dengan menutup aneka channel judi online.


Selain dari itu semua, keresahan masyarakat terhadap judi online pun semakin membuncah. Hal ini tampak dalam aneka cuitan netizen di lini masa media sosial.

Senin (1/7/2024) #DukungBerantasJudol sempat menjadi trending topic di X/Twitter dengan 1.988 postingan. Isinya aneka reaksi netizen Indonesia soal masalah judi online.

Mereka sungguh berharap judi online bisa diberantas tuntas karena sudah meresahkan dan bikin masalah di berbagai tempat. Publik pun menuntut pemerintah serius melakukan upaya 


Inilah beberapa komentar netizen di lini masa X/Twitter:


"Judol ini emang harus diberantas sih, soalnya udah meresahkan banget di semua kalangan masyarakat. Pokoknya gue #DukungBerantasJudol biar gaada lagi masyarakat yang menderita gegara judol," kata @cimo***.

"Aku tim yg siap #DukungBerantasJudol dan memang upaya ini harus ada kerjasama dari berbagai pihak kok, gak bisa kalo cuma setengah2 yg bersemangat sementara pihak lain loyo," celetuk @vatni***.

"Pokok nya dukung terus ya jangan kasih kendor mari kita sama2 bersatu berantas judi online supaya generasi muda kita bisa terbebas dari judol dan menjadi lebih baik untuk masa depan mereka ya #DukungBerantasJudol," kata @fluffdoy***.

"Ini mah mesti kita brantas dah judi online. udah meresahkan masyarakat. sama aja ini penyakit loh. #DukungBerantasJudol," kata @kudi***.

"Yess mari kita dukung untuk selalu memberantas yang membuat kita merugi #DukungBerantasJudol," ujar @speczt***.(red.J)