KEDIRI, reporter.web.id - Muhammad Nur Hasim tewas terpanggang dini hari kemarin. Pria berusia 59 tahun itu tak kuasa menghindar saat kamarnya tersulut api dari rokok yang dihisapnya sekitar pukul 00.30 kemarin (2/6). Insiden tengah malam di Kelurahan Pakunden, Pesantren  itu juga membuat rumah semipermanen yang ditinggali bersama kerabatnya tersebut luluh lantak.

Iin Nur Hapsari, 47, adik ipar Hasim mengungkapkan, saat kejadian dia sedang tertidur lelap. Tiba-tiba saja, dia dibangunkan oleh Satrio, 14, karena rumahnya dipenuhi dengan asap. “Anak saya bilang ada asap. Kami langsung mencari sumber asap,” kata Iin yang sekitar pukul 10.00 kemarin sedang mengungsi di rumah tetangganya.

Begitu keluar kamar, ibu dua anak itu langsung kepikiran lontong yang tengah dimasaknya di kompor. Dia pun langsung berlari menuju ke dapur. “Ternyata saya lihat dapur aman,” lanjut Iin.

Dari sana, dia langsung kepikiran dengan Hasim, kakak iparnya yang sedang berada di kamar. Saat itulah dia melihat api di kamar Hasim sudah membesar.

Panik melihat kobaran api, Iin langsung berusaha memadamkan api di sana. Dia mengambil air menggunakan timba dan selang ke kamar mandi. Namun, upayanya tak membuahkan hasil.

Iin dan Satrio pun semakin panik. Sadar karena upaya mereka sia-sia, Iin memerintahkan Satrio meminta bantuan kepada tetangga sekitar. “Saya berusaha menyelamatkan ijazah dan uang. Tapi karena panik uangnya terjatuh. Tidak terselamatkan,” terangnya.

Setelah surat-surat selamat, Iin yang sempat membawa handuk basah untuk memadamkan api di kamar Hasim lantas meneriaki pria yang sedang merokok di kamar itu. Dia mengajak kakak iparnya itu keluar kamar. Namun, Hasim yang sudah terkepung api justru berdiam di pojok kamar. Tak mau beranjak.

“seperti duduk bingung di kamar. Mungkin mau lari nggak berani karena apinya sudah membesar,” kenang Iin sembari menyebut di dalam kamar Hasim memang banyak barang plastik yang mudah terbakar.

Hanya dalam hitungan menit, api semakin membesar. Menyebar ke seluruh bagian rumah. Iin yang pasrah karena Hasim tak mau keluar kamar memilih keluar rumah. Di saat bersamaan warga melapor ke Petugas Memadamkan Kebakaran (PMK).

Mobil PMK baru tiba di lokasi sekitar pukul 01.17. Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Kediri Fanni Eryanto mengatakan, pihaknya menerjunkan tiga unit mobil PMK ke lokasi. “Kami juga langsung berkoordinasi dengan Inavis Polres Kediri Kota untuk penanganan korban” terang Fani.

Setelah berjibaku selama sekitar 2,5 jam, si jago merah berhasil dipadamkan pukul 03.30. Terkait penyebab kebakaran, Fanni menduga api berasal dari rokok yang tersulut barang mudah terbakar di kamar Hasim. “Jumlah kerugian sekitar Rp 300 juta,” papar Fani.

Terpisah, Kanitresrkim Polsek Pesantren Iptu Dodik Wargo menuturkan, material rumah semipermanent itu terdiri dari anyaman bambu atau gedek dan triplek. “Jadi memang mudah terbakar,” jelasnya.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota Iptu M. Fatur Rozikin mengatakan hal serupa. Menurutnya di dalam kamar Hasim memang banyak barang yang mudah terbakar. “Saat kejadian korban sedang merokok. Tapi untuk mengetahui penjebab kebakaran secara pasti masih kami selidiki,” tandasnya. (red.J)