KEDIRI, reporter.web.id - Jumlah insiden kebakaran di Kediri meningkat. Si jago telah mengamuk empat belas kali dari bulan April hingga Juni. Kasus ini memberi warga Kota Tahu peringatan untuk lebih berhati-hati.


Sebagai informasi yang dikumpulkan dari UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kediri, ada dua kasus kebakaran pada bulan April lalu. Jumlah ini meningkat secara signifikan pada bulan Mei, dengan empat kasus. Pada Juni, angka ini terus meningkat menjadi enam kasus.

Kejadian tersebut menyebabkan kerugian material sebesar ratusan juta rupiah. Si jago merah tidak hanya memakan rumah warga dan lahan perkebunan tebu, tetapi juga memakan dekorasi Jembatan Brawijaya. Salah satu pilar jembatan hangus akibat peristiwa yang menggemparkan warga pada Senin (10/6). 

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” ujar Fanni Eryanto, Kepala UPT Damkarmat Kota Kediri.

Kebakaran itu menurut Fanni diduga karena korsleting listrik. Selain peristiwa itu, amukan si jago merah yang ikut menggegerkan warga juga terjadi di jalan Tembus Kaliombo, Kelurahan Kaliombo. Peristiwa yang terjadi pada (14/6) dini hari itu sempat mengeluarkan suara ledakan sebanyak tiga kali. Api melahap pom mini di depan warung milik Misnari. Kebakaran itu terjadi pada saat Misnari sedang mengisi pom mini bahan bakar minyak jenis pertamax dengan alat penyedot. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian itu melahap tiga rumah. 

Kejadian kebakaran yang terakhir hingga memakan korban jiwa terjadi pada Selasa (2/7) lalu. Insiden itu juga membuat rumah semi permanen yang ada di Kelurahan Pakunden hangus terbakar. Dari beberapa insiden tersebut, belum ada yang ditetapkan menjadi tersangka. Polisi masih melakukan menyelidiki terkait penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Sementara itu, Fanni menjelaskan upaya pencegahan yang harus telah dilakukan damkarmat adalah dengan sosialisasi bahaya kebakaran, lalu meningkatkan edukasi pengurangan resiko bencana kebakaran. “Pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran juga penting dilakukan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam penanggulangan kebakaran kepada masyarakat,” jelasnya.(red.J)