Kediri, reporter.web.id – Wujudkan Kediri berbudaya dengan inovasi berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menggelar ASN Fest 2024 di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Rabu (3/7). Acara ini menghadirkan narasumber inspiratif, Dahlan Iskan.

Dewi Mariya Ulfa, Wakil Bupati Kediri mengatakan, dalam ramgka mendukung transformasi sumber daya manusia melalui percepatan peningkatan kapasitas ASN berbasis kompetensi untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, maka perlu bagi seluruh ASN untuk selalu meningkatkan kompetensinya.

Oleh karenanya, Pemkab Kediri selalu berkomitmen dan senantiasa mendorong serta memfasilitasi ASN untuk mengembangkan kompetensinya. Salah satu perwujudan komitmen tersebut adalah terbitnya Peraturan Bupati Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pengembangan Kompetensi ASN Terintegrasi.

Menurut Dewi, ASN terintegrasi di Kabupaten Kediri yang dilaksanakan sejak tahun 2022 melalui Panjalu Jayati Corporate University atau Panji Corpu, menjadi strategi untuk meningkatkan kompetensi ASN secara low budgetmasiveintegrated dan sustainable.

“Hadirnya Panji Corpu juga telah mendongkrak indeks profesionalitas ASN dari yang sebelumnya 55,27 di tahun 2022 menjadi 82,23 di tahun 2023. Luar biasa berkat Panji Corpu kenaikannya,” ucapnya..

Sementara itu, Noor Rokhayati selaku Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri menjelaskan maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para ASN.

Serta memberikan motivasi agar ASN senantiasa meningkatkan kompetensinya dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pada Pemkab Kediri.

Adapun untuk peserta ASN festival tahun 2024 ini diikuti oleh peserta sejumlah 450 ASN di lingkungan pemerintah Kabupaten Kediri.

Di tempat yang sama, sosok inspiratif yang menjadi narasumber utama Dahlan Iskan sempat menceritakan kenangan manisnya saat berkunjung di Kabupaten Kediri.

Sosok yang juga mantan Menteri BUMN itu rupanya sudah aktif ikut organisasi sejak duduk di bangku SMA di Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Lalu ia juga menjadi aktivis yang hendak berkunjung di salah satu cabang pesantren di Kras, Kabupaten Kediri.

“Waktu itu saya masih ingat, tidak pakai sepatu, tidak pakai sandal karena miskin sekali, pesantren kami juga miskin sekali. Sehingga saya ingat dari Takeran itu di Magetan sana untuk bisa sampai Kras itu ganti kendaraan tiga kali dan kendaraannya semuanya truk. Jadi aktivis seperti itu, ibu wakil bupati mengalami lah bagaimana susahnya jadi aktivis,” pungkasnya.(red.J)