Bandung, reporter.web.id - Puluhan warga Kampung Karamat, RW 07, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) keracunan.

Peristiwa keracunan massal itu terjadi secara berkala pada Rabu (19/6/2024) malam setelah mereka menyantap hidangan pesta pernikahan yang digelar salah seorang warga.

Warga yang mengalami gejala keracunan seperti muntah serta buang air besar. Mereka kemudian dirujuk ke beberapa tempat pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas Jayagiri, RSUD Lembang, serta RSHS.

Ayu Safitri (18), jadi salah satu korban keracunan hidangan hajatan tetangganya. Ia merasakan gejala yang sama, yakni mual, muntah, serta pusing. Gejala itu tak langsung dirasakan setelah mengonsumsi hidangan tersebut.

"Jadi awalnya makan hidangan dari hajatan, soalnya sebelum itu enggak ada makan apa-apa lagi. Langsung kerasa pusing sekitar satu sampai dua jam setelahnya," kata Ayu saat ditemui di RSUD Lembang, Rabu (19/6/2024).

Ia kemudian dibawa ke bidan oleh keluarganya. Di situ ia ditensi, namun karena tak kunjung membaik akhirnya dirujuk ke RSUD Lembang.


"Di sini juga langsung ditensi, terus tadi sempat disuntik. Alhamdulillah sudah membaik, enggak terlalu parah mual sama pusingnya seperti tadi. Ini juga sudah boleh pulang," kata Ayu.

Seingatnya, ada beberapa menu makanan hajatan yang dikonsumsi. Seperti daging sapi, capcay, sayur sop, serta tempe. Namun ia tak bisa memastikan menu makanan apa yang membuatnya keracunan.

"Semuanya dicoba, tapi kalau yang saya rasa itu dagingnya memang agak asam. Tapi kalau yang lainnya aman," kata Ayu.

Selain Ayu, Abdurrosyid (34) warga lainnya, bercerita istri dan anaknya juga turut jadi korban keracunan massal tersebut. Istri dan anaknya mulai menunjukkan gejala keracunan sekitar pukul 16.30 WIB.

"Istri sama anak juga keracunan, sekarang lagi diobservasi sama dokter. Mudah-mudahan enggak kenapa-kenapa, bisa segera pulih lagi," kata Abdurrosyid.

Istri dan anaknya datang sebagai tamu undangan pada sesi kedua. Sebab tamu yang datang di sesi pertama, dipastikan tak mengalami keracunan setelah mengonsumsi hidangan hajatan tersebut.

"Jadi istri saya datangnya yang siang, sekitar jam 1 siang. Nah baru kerasa gejala keracunannya itu pas setelah ashar, jadi beda-beda sama warga yang lainnya. Langsung saya coba obati, saya tanya yang lain ternyata sama, baru dirujuk ke sini (RSUD Lembang)," kata Abdurrosyid.(red.J)