Kendari, reporter.web.id - Pria mengaku anggota Intel Kodam XIV/Hasanuddin berinisial ZB (32) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), tega menganiaya wanita berinisial TN (24) yang dikenalnya lewat MiChat. Pelaku telah menjalin hubungan asmara selama 8 hari terakhir dengan berpura-pura menjadi TNI.

Penganiayaan itu terjadi di salah satu hotel di Kecamatan Mandonga, Kendari, Senin (11/6) sekitar pukul 21.00 Wita. Pelaku dan korban tinggal bersama sejak memutuskan berpacaran.

"Pelaku ini mengaku kepada pacarnya sebagai anggota Intel Kodam," ungkap Panit I Reskrim Polsek Mandonga Aiptu Laode Abd Salbin, Kamis (13/6/2024).

Salbin menuturkan, pelaku dan korban berpacaran setelah saling kenal lewat aplikasi kencan. Sebelum berpacaran, pelaku dan korban berkomunikasi jarak jauh.

"Mereka ini kenalan lewat MiChat dan pacaran sudah 8 hari," ungkap Salbin.

Dia melanjutkan, ZB merupakan pria yang berasal dari Kecamatan Namlea, Kabupaten Buru, Maluku. Pelaku berpacaran dengan korban setelah bertemu di Kendari.

"Korban sendiri yang jemput pelaku di bandara. Setelah itu mereka berpacaran selama 8 hari di Kendari," paparnya.

Belakangan, pelaku dan korban terlibat cekcok karena persoalan pribadi. Namun Salbin tidak merinci penyebab perselisihan itu.

"Senin malam itu penganiayaannya. Korban ditampar dulu, baru digigit di leher dan di bibirnya," ujar Salbin.

Menurut Salbin, pelaku ZB baru mengaku sebagai anggota TNI saat menganiaya korban. Pengakuan korban itu sempat membuat perselisihan antar keduanya mereda.

"Nah di situ pelaku mengaku di hadapan pacarnya itu bahwa dia adalah anggota Intel Kodam. Tapi dia hanya mengaku di depan korban, tidak di depan umum," bebernya.

Keduanya pun memutuskan kembali berdamai dan tidur bersama di hotel. Tanpa diduga, personel Kodam XIV/Hasanuddin mendatangi lokasi ZB pada Selasa (12/6) dini hari.

"Mereka kembali tidur, tapi tiba-tiba langsung didatangi anggota TNI dan langsung pelaku diamankan. Kalau yang melapor ke TNI tidak ditahu siapa," ucap Salbin.

Salbin melanjutkan, personel Kodam XIV/Hasanuddin pun menyerahkan pelaku ke Polsek Mandonga. Dia menambahkan, penyidik kepolisian masih mendalami perkara yang melibatkan TNI gadungan itu.

"Pelaku masih kita tahan di kantor, korban sudah buat laporan penganiayaan," pungkasnya.(red.J)