Bojonegoro, reporter.web.id- Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Teka-teki identitas pria yang bunuh diri menabrakan diri ke kereta api (KA) di pelintasan jalan Bojonegoro-Kalitidu, pada Jumat (21/6) telah terungkap. Korban diketahui berinisial K (54), warga Kecamatan Peterongan, Jombang.


Sebelum mengakhiri hidupnya, korban diketahui menulis secarik surat wasiat. Isinya, korban mengaku hidup sebatang kara tak punya saudara dan orang tua.

Dalam surat tersebut, korban juga mengaku belum menikah dan meminta untuk dimakamkan di lokasi setempat. Saat mengakhiri hidupnya, korban ditemukan tanpa identitas.

Namun belakangan, polisi berhasil mengidentifikasi korban setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dispendukcapil Bojonegoro. Korban diketahui berinisial K K (54), warga Kecamatan Peterongan, Jombang.


Pihak keluarga korban telah dihubungi dan membenarkan bahwa jenazah adalah keluarganya. Keluarga korban pun datang langsung ke RSUD di Sosodoro Djatikusumo.


Sekitar pukul 22.00 WIB keluarga korban didampingi perangkat desa setempat tiba di kamar mayat untuk membawa pulang jenazah K.


Adik kandung korban berinisial J membenarkan bahwa korban adalah kakak kandungnya. Korban diketahui merupakan anak kelima dari 7 bersaudara.


"Iya benar dari ciri kepalanya, pakaian, dan tulisan wasiat. Ini kakak saya," tutur J, Minggu (23/6/2024).


"Terakhir itu ketemu Senin kemarin, Idul Adha. Hanya papasan gitu, nggak ada omongan apa-apa. Habis itu nggak ketemu lagi," imbuhnya.


Menurutnya, kakaknya K sudah 10 tahun hidup di rumah kontrakan tak jauh dari sanak famili. Dia juga belum pernah berkeluarga hingga akhir hayatnya.


"Belum menikah, hidup sendiri ngontrak di dekat rumah keluarga. Setiap hari buka toko kecil dan orangnya memang pendiam," tutur J.


Kasi Kesra Desa Tugu Sumberjo, Maqfur yang turut mendampingi keluarga korban menuturkan bahwa K memang pendiam.

Maqfur menduga K tidak mau merepotkan keluarga karena informasinya rumah kontrakannya akan habis masa sewanya.


"Iya perjaka almarhum, mungkin ini karena sumpek ya. Informasinya kontraknya rumah mau habis tapi tidak mau ngrepoti keluarga. Sudah diminta tinggal di rumah salah satu keluarga tapi tidak mau," ujar Maqfur.


Sebelumnya, korban K yang diduga bunuh diri meninggalkan wasiat untuk orang yang menemukan jenazahnya. Dia mengaku hidup sebatang kara, tidak menikah, dan ingin dimakamkan di sekitar lokasi dia ditemukan.(red.J)