Jakarta,reporter.web.id - MG (16), remaja yang ditemukan dalam kondisi tewas terapung di Sungai Sambong, Batang, ternyata korban tawuran antargeng motor. Salah seorang pelaku mengaku tawuran maut itu digelar hanya demi konten di media sosial.

Remaja itu tiga hari menghilang hingga akhirnya mayatnya ditemukan mengambang di Sungai Sambong. Terakhir, korban terlihat pergi bersama temannya. MG (16) ternyata korban tawuran antargeng motor. Korban tewas usai dikeroyok para pelaku hingga terjun ke sungai, Minggu (16/6).

"Korban merupakan korban penganiayaan secara bersama-sama oleh para pelaku," kata Wakapolres Batang, Kompol Hartono, Rabu (26/6/2024).

Sementara itu, salah satu pelaku, IJ (18), mengungkap geng motor yang tawuran tak saling kenal. Awalnya mereka hanya saling tantang melalui media sosial.

"Iya, tidak saling kenal, hanya melalui sosial media berkomunikasi. Ini memang demi konten," kata IJ kepada wartawan di Mapolres Batang.

Sedangkan ayah MG, Candra Haryono (43), meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya. Dia mengatakan anaknya dipaksa ikut geng motor.

"Saya inginnya nyawa dibalas nyawa. Orang anak saya itu katanya sudah tidak mau ikut-ikut geng lagi, tapi tetap dipaksa," kata Candra, yang ikut menyaksikan rilis kasus di Mapolres Batang.(red.J)