Jakarta,reporter.web.id- Korban yang berhasil selamat dari peristiwa kecelakaan kereta di India yang menewaskan sejumlah orang menceritakan suasana ngeri saat kereta itu tabrakan dengan rangkaian kereta barang. Ternyata, sebelum kereta tabrakan masinis kereta tidak mendapat sinyal sehingga tabrakan itu terjadi.

"Saya merasa tidak akan selamat," kata salah satu penumpang, Arti Roy dilansir AFP, Rabu (19/6/2024).

Arti Roy mengaku kehilangan barang-barangnya saat gerbong terjepit, terpelintir, dan kemudian terjungkal dari rel.

Diketahui, tabrakan pada Senin (17/6) itu begitu kuat sehingga satu gerbong terlempar tinggi ke udara, dan tidak seimbang dengan gerbong lainnya. Gerbong-gerbong barang berat terlempar keluar rel, tergeletak tinggi di atas tumpukan rel yang tumbang.

Insiden di negara bagian Benggala Barat ini merupakan kejadian terbaru yang menimpa jaringan kereta api di India, yang mengangkut jutaan penumpang setiap harinya -- dan yang terbaru adalah kegagalan masinis kehilangan sinyal dasar.

Korban selamat lainnya, Antara Das (35) juga mengatakan insiden itu adalah pengalaman yang mengerikan. Dia berterima kasih kepada Tuhan karena telah selamat dari peristiwa itu.

"Itu adalah pengalaman yang mengerikan. Tuhan telah menyelamatkan kita," kata Antara Das kepada AFP.

Salah satu warga yang tinggal dekat dengan lokasi kecelakaan, Jahangir Alam (35) mengatakan saat insiden itu terjadi dia turut membantu korban yang selamat. Dia mengatakan pemandangan kereta yang rusak membuatnya takut.

"Kecelakaan yang terjadi ini sangat berbahaya," katanya.

"Setiap kali kami berpikir untuk bepergian dengan kereta api, kami merasa takut di dalam hati," imbuhnya.

Sementara itu, Chairman Kereta Api India, Jaya Varma Sinha, mengatakan pengemudi kereta barang "mengabaikan sinyalnya" dan menabrak bagian belakang kereta penumpang. Baik pengemudi maupun rekan pengemudinya tewas dalam kecelakaan tersebut.

Sinha mengatakan jumlah korban bisa saja lebih buruk, namun sebuah gerbong penjaga dan dua orang lainnya yang membawa pos di belakang kereta penumpang menjadi korban paling parah dalam kecelakaan tersebut.

Untuk diketahui saat ini kereta api kembali beroperasi di jalur paralel, dengan pekerjaan untuk memperbaiki jalur dan membersihkan puing-puing logam dari gerbong diperkirakan selesai pada Selasa (18/6) malam. Banyak gerbong yang telah dibersihkan dari jalur, didorong ke tepi berumput.(red.J)