SUMENEP, reporter.web.id- Akhirnya, kasus bayi yang dibuang di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, Terungkap. Ibu bayi adalah pelakunya. Si ibu mengatakan bahwa saat dia bekerja di Surabaya, dia dihamili oleh seorang pengemudi ojol.

J (40) adalah wanita yang tega membuang bayinya. Ia tinggal di Desa Gedungan, di Kecamatan Batuan, Sumenep. Ia sekarang ditetapkan sebagai tersangka.

Sebelum ini, sesosok bayi laki-laki yang masih hidup itu ditemukan terbungkus plastik warna merah, dan bayi itu menangis saat ditemukan. 

Bayi yang ditemukan pada Selasa (18/6) siang itu langsung menggegerkan warga setempat. Beberapa warga yang mendekat sempat takut langsung menolong bayi tersebut karena menunggu polisi datang.

1. Kenal Saat Kerja di Surabaya
Kapolres Sumenep AKBP Henri Noveri Santos membeberkan kasus perempuan yang membuang bayinya. Menurut Henri, pelaku sebelumnya merupakan karyawati toko kelontong di Surabaya.

Dari situ, lanjut Henri, pelaku kemudian berkenalan dengan seorang driver ojol dan menjalin asmara. "Tersangka pernah bekerja di Surabaya dan saat bekerja itu berkenalan dengan seorang driver ojol," kata Henri, Selasa (25/6/2024).

2. Sempat Berhubungan Bak Suami Istri
Hubungan keduanya pun semakin intens. Usai termakan rayuan gombal driver ojol, pelaku kemudian menjalin hubungan badan.

"Driver ojol mengajaknya berhubungan suami istri di sebuah kos di Surabaya," imbuhnya.

3. Lahirkan Bayi Seorang Diri
Usai melakukan hubungan bak suami istri, pelaku kemudian hamil dan memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Pelaku sendiri diketahui melahirkan bayi dengan jenis kelamin laki-laki pada 18 Juni 2024 seorang diri.

4. Buang Bayi di Depan Toko
Lantaran malu melahirkan tanpa suami, pelaku kemudian memutuskan untuk membuang bayinya dengan mengendarai motor. Bayi yang baru dilahirkan tersebut lalu ditaruh begitu saja di depan sebuah toko di Desa Pabian, Kota Sumenep.

Pada pagi harinya, bayi tersebut ditemukan warga. Saat ditemukan, bayi tersebut masih hidup dengan kondisi terbungkus plastik merah. Penemuan ini segera dilaporkan. Sedangkan bayi langsung dibawa ke Puskesmas Pamolokan.

5. Terungkap dari Rekaman CCTV
Polisi selanjutnya memeriksa sejumlah saksi penemuan bayi. Tak terkecuali, juga memeriksa sejumlah rekaman CCTV. Dari CCTV ini lah, sosok pelaku ternyata terekam.

Dalam rekaman CCTV tersebut, pelaku tampak mengendarai motor dengan nopol M 3747 VV dan mengenakan helm warna kuning. Dari situ, polisi kemudian menangkap pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Pengungkapan pelaku berawal dari rekaman CCTV dan keterangan saksi-saksi," ujar Henri.
(red.J)