Jakarta, reporter.web.id - Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang pria inisial AAR di daerah Karawang, Jawa Barat. AAR diduga memiliki kaitan dengan jaringan teroris.

Minggu (16/6/2024), AAR ditangkap di sebuah rumah kontrakan. Kontrakan itu baru disewanya satu bulan terakhir.

1. Terafiliasi Jaringan ISIS
Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan AAR ditangkap atas keterlibatan dalam aksi terorisme. Sosok AAR juga diduga memiliki afiliasi dengan kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Telah dilaksanakan penegakan hukum terhadap satu orang tersangka berinisial AAR yang terafiliasi dengan kelompok pendukung ISIS di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, atas keterkaitannya dalam aktivitas terorisme," kata Trunoyudo kepada wartawan, Sabtu (15/6).

AAR ditangkap pada Sabtu (15/6) dini hari. Densus 88 menyita sejumlah barang bukti yang diduga bahan pembuat bom dari kontrakan AAR.

"Turut diamankan juga beberapa komponen elektronik dan bahan peledak yang akan digunakan oleh tersangka dalam melakukan aksi teror," ungkapnya.

2. Residivis Kasus Terorisme
Keterlibatan AAR dengan aksi terorisme ternyata bukan hal baru. Dia sebelumnya pernah ditangkap di kasus serupa sebanyak dua kali.

"AAR juga merupakan residivis kasus terorisme di tahun 2011 dan 2018," kata Trunoyudo.

AAR saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif oleh jajaran Densus 88. Polri masih mengusut kepemilikan bahan peledak di kontrakannya.

3. Susun Rencana Aksi Teror
Polri juga mengungkap AAR telah menyusun rencana aksi teror bom di Tanah Air. Hal itu merujuk pada barang bukti bahan peledak yang ditemukan di rumahnya.
"Ditangkap atas perencanaan aksi teror menggunakan bahan peledak," kata Trunoyudo.

Polri belum membeberkan scenario teror yang tengah disusun oleh AAR. Sejauh ini pelaku te

4. Sehari-hari Berprofesi Tukang Bubur Sumsum
Dilansir detikJabar, Sabtu (15/6), salah seorang warga sekitar bernama Isah (43) mengaku melihat proses penangkapan AAR dini hari tadi. Dia mengaku banyak polisi yang berada di sekitar rumah kontrakan AAR.

"Iya banyak polisi, katanya ada teroris," kata Isah.

Isah mengaku warga sekitar juga tidak begitu mengenal sosok AAR. Pria tersebut diketahui berjualan sebagai pedagang bubur sumsum. Isah menyebut AAR sebagai sosok yang tertutup.

"Orangnya tertutup, saya nanya juga kalau dia lewat mau jualan suka diam aja. Perkiraan si dia baru satu bulan ngontrak di sini," kata Isah.

Dia menyebut AAT baru satu bulan mengontrak di pemukimannya. Isah juga mengaku AAR tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut.

"Kayaknya tinggal sendiri deh, soalnya anak istrinya kita belum pernah lihat. Dia kan ngontraknya di belakang," ucap Isah.(red.J)