Sleman, reporter.com - Mayat perempuan yang ditemukan tewas mengambang di Embung Tambakboyo, Kelurahan Caturtunggal Depok Sleman ternyata seorang mahasiswi semester 2 Universitas Mercu Buana Yogyakarta. 

Mahasiswi bernama VAS (20) itu diduga bunuh diri karena tidak bisa membayar uang kuliah.

Menurut keterangan para saksi, korban pernah bercerita kepada teman-temannya bahwa korban sedang dalam keadaan kesulitan keuangan untuk biaya kuliah dan kehidupan sehari hari. Informasi tersebut dikuatkan dengan keterangan dari pihak Kampus Mercu Buana bahwa korban belum menyelesaikan pembayaran kuliah.

Diketahui, ditemukan mayat perempuan muda mengambang di Embung Tambakboyo pada Kamis (16/2/2023) sekitar pukul 18:30 WIB. 

Kapolsek Depok Timur Kompol Maryadi Endar Isnianto menuturkan, proses identifikasi penemuan mayat di Embung Tambakboyo di Rumah Sakit Bhayangkara telah selesai.

"Korban ditemukan warga," tutur dia, Jumat (17/2/2023). Identitas korban ternyata sama yang beredar di media sosial. Korban adalah VAS, perempuan berumur 20 tahun asal Teges Kulon RT 06/RW 01, Kelurahan Wologaten, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Korban adalah mahasiswi semester 2 Universitas Mercu Buana Yogyakarta Saat ditemukan mengambang, korban mengalami luka pada bibir mengeluarkan darah. 

Luka tersebut diduga karena benturan benda keras atau gigitan binatang air karena korban tenggelam di dalam air. "Dugaan sementara korban meninggal karena bunuh diri," kata dia.

Dugaan tersebut muncul berdasarkan penuturan para saksi dan juga keluarga. Di mana berdasarkan keterangan saksi-saksi yang di sekitar tempat kejadian perkara, korban pada hari Selasa (14/2/2023) sore sekira pukul 16.00 WIB terlihat berjalan mondar mandir di pinggir Embung Tambakboyo dan duduk-duduk di pinggir embung. 

Korban sempat diperingatkan oleh warga, karena waktu Itu kondisi dalam keadaan hujan. Akan tetapi korban hanya diam saja dan tidak menghiraukan peringatan tersebut.

selain itu keterangan teman/tetangga kos korban bahwa korban pada hari Senin (13/2/2023) menangis di dalam kamarnya. 

"Tetapi teman-teman Korban tidak berani mendekati Korban dan bermaksud memberikan waktu sendiri kepada korban," ujar dia. 

Berdasarkan keterangan dokter RS Bhayangkara sementara didapat bahwa tidak diketemukan adanya tanda-tanda kekerasan hanya luka di bibir yang diakibarkan karena benturan terjatuh atau gigitan binatang. 

Sementara dari keterangan keluarga yang mengambil mayat yaitu pakde-nya, lanjut Endar, ternyata orang tua korban sudah lama berpisah atau cerai. Dan sampai dengan saat ini tidak diketahui di mana tinggalnya. 

"Keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah karena mereka menolak untuk diotopsi," jelas dia. (red.bs)