Moskow, reporter.com - Rusia mengusir empat diplomat Austria sebagai pembalasan atas pengusiran empat diplomat Moskow awal bulan ini dari Wina. 

Austria telah menuduh para diplomat Rusia sebagai mata-mata, dan Kanselir Karl Nehammer pada Jumat membela pengusiran mereka pada 2 Februari lalu. 

"Austria tidak akan menonton dengan diam sementara spionase terjadi di negara kita dan keramahtamahan disalahgunakan," kata Kanselir Nehammer. 

Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan pengusiran empat diplomat Austria pada Kamis, menyebut tindakan Wina sebelumnya "tidak bersahabat dan tidak masuk akal".

"Rusia mempertanyakan Austria sebelumnya memposisikan dirinya sebagai negara yang tidak memihak dan netral," kata kementerian tersebut, Sabtu (18/2/2023).

Kementerian itu mengatakan empat diplomat Austria memiliki waktu hingga 23 Februari untuk angkat kaki dari Rusia. 

Moskow juga mengatakan Wina telah mempersulit pejabat Rusia untuk mendapatkan visa."Tindakan yang bertentangan dengan kewajiban Austria sebagai tempat pertemuan internasional," imbuh kementerian tersebut. 

Kanselir Nehammer menolak klaim bahwa Austria tidak lagi netral. Negara-negara Eropa Barat dan Rusia telah beberapa kali saling usir diplomat satu sama lain menyusul operasi militer Rusia di Ukraina yang dimulai hampir setahun lalu.

Austria, anggota Uni Eropa yang memiliki kebijakan netralitas militer, awalnya ragu-ragu untuk mengusir empat diplomat Moskow. Namun mereka melakukannya setelah mendapat tekanan dari publik dan negara-negara mitra Uni Eropa. (red.bs)