Bogor, reporter.com - Puluhan warga Desa Babakan, Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor diduga mengalami keracunan. Mereka mengalami gelaja tersebut usai menyantap makanan dalam pesta hajatan. 

Camat Tenjo Yudhi Utomo mengatakan peristiwa itu terjadi pada Sabtu 11 Februari 2023. Awalnya, terdapat warga datang ke UGD Puskesmas dengan gejala seperti mual, pusing, muntah dan lemas.

”Dilakukan pemeriksaan petugas medis Puskesmas Tenjo ternyata gejala keracunan makanan. Sehingga dilakukan penanganan intensif,” kata Yudhi, Minggu (12/2/2023).

Namun, ketika sedang pemeriksaan banyak warga lainnya yang datang dengan keluhan serupa. Tercatat ada kurang lebih 26 orang yang ditangani dan koordinasi dengan Puskesmas Pasar Rebo. 

”Ternyata masih terdapat banyak warga yang mengalami hal serupa, sehingga warga ditangani petugas langsung di lokasi, karena di UGD Puskesmas Tenjo sudah penuh 12 orang rawat inap dan lainnya berobat jalan,” jelasnya. 

Balai Desa Babakan menjadi tempat alternatif untuk menampung warga yang rawat inap. Sampai dengan pukul 24.00 WIB, terdapat 8 orang yang masih menjalani perawatan di balai desa tersebut.

”Masih antisipasi ada yang harus rawat inap. Petugas medis berkoordinasi dengan rumah sakit terdekat di Tangerang antisipasi terjadi rujukan,” ungkapnya.

Yudhi menjelaskan, puluhan warganya itu diduga mengalami keracunan makanan dari salah satu pesta pernikahan pada Jumat 10 Februari 2023. Karena, hampir semua pemangku acara serta warga yang datang mengeluhkan gejala serupa.

”Dirumah ditemukan dari sisa makanan yang berasal makanan bahan jamur dan ikan tongkol. Keluarga pemangku hajat, tamu undangan, panitia hajat, tukang soun, tenda terkena dampak. Sehingga ditangani lebih lanjut Polsek dan Puskesmas Tenjo,” tuturnya.

Berdasarkan data sementara, total 57 orang yang diduga keracunan makanan. Hingga pukul 05.00 WIB pagi tadi masih ada 12 orang dirawat di Puskesmas Tenjo dan 8 orang di Balai Desa Babakan. 

”Tidak ada korban jiwa dan belum ada yang dirujuk ke rumah sakit. Petugas dan 2 mobil ambulans serta 1 mobil siaga, masih standby antisipasi ada warga yang harus dilakukan penanganan darurat,” tutupnya. (red.bs)