Washington, reporter.com - Hyundai dan Kia meluncurkan perangkat lunak (software) untuk menekan kasus pencurian mobil. Dalam dua tahun terakhir, Hyundai dan Kia cukup dibikin pusing dengan kasus pencurian mobil yang berbuntut pada tuntutan hukum class action.

Administrasi Lalu Lintas dan Keselamatan Jalan Raya Nasional (NHTSA) mengatakan bahwa Hyundai dan Kia telah mengembangkan perangkat lunak pencegah pencurian untuk lebih dari 8 juta kendaraannya yang tidak memiliki sistem immobilizer. 


Perangkat lunak ini akan diberikan secara gratis kepada pemilik kendaraan. “Perangkat lunak ini akan tersedia untuk sekitar 3,8 juta kendaraan Hyundai dan 4,5 juta kendaraan Kia,” menurut keterangan NHTSA dikutip dari laman techcrunch, Rabu (15/2/2023).


Perangkat lunak ini membuat dua perubahan penting pada kendaraan Kia dan Hyundai. Perangkat lunak ini membuat alarm pencurian memperpanjang suara alarm dari 30 detik menjadi satu menit. 


Selain itu, memerlukan kunci untuk berada di sakelar pengapian untuk menghidupkan kendaraan. Hyundai juga mengirimkan stiker jendela kepada pelanggan berisi peringatan kepada pencuri bahwa kendaraan tersebut dilengkapi dengan perlindungan anti-pencurian.


Kia, yang berada di bawah perusahaan induk yang sama, juga meluncurkan pembaruan perangkat lunak gratisnya, mulai akhir bulan ini. Pembuat mobil juga telah memasok lebih dari 26.000 kunci roda kemudi sejak November 2022 kepada 77 lembaga penegak hukum di 12 negara bagian. 


Diketahui ribuan kendaraan Hyundai dan Kia dengan kunci fisik telah dengan mudah dicuri dalam satu tahun terakhir karena kurangnya immobilizer. Immobilizer adalah salah satu sistem anti-maling yang terdapat pada kunci mobil menggunakan perantara gelombang radio sebagai identitas kunci pada mobil.


Pembaruan perangkat lunak bekerja dengan cara yang sederhana. Saat pintu dikunci dengan key fob, fitur "ignition kill" diaktifkan. Artinya, selama mobil dikunci dengan fob, mobil tidak dapat dicuri dengan sesuatu yang sederhana seperti kabel USB. 


“Kia telah menyelesaikan pengembangan perangkat lunak keamanan yang ditingkatkan untuk membatasi pengoperasian sistem pengapian kendaraan yang tidak sah pada model tertentu yang tidak dilengkapi dengan immobilizer,” demikian keterangan pabrikan asal Korea Selatan itu dikutip dari laman The Drive. (red.bs)