Breaking News

Gempa Bumi Dahsyat Guncang Turki Senin, 6 Februari 2023


Jakarta, reporter.com - Gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 mengguncang Turki dan negara-negara sekitarnya pada Senin (6/2/2023) meruntuhkan banyak bangunan.

Data sementara sepuluh orang meninggal dan lebih banyak lainnya terperangkap di reruntuhan bangunan. Gempa mengguncang Turki tenggara sekitar pukul 04.17 waktu setempat. Itu diikuti oleh gempa susulan yang getarannya terasa hingga di wilayah Suriah, Israel, Lebanon, dan Siprus.

Sepuluh korban meninggal dilaporkan di Turki dan dikhawatirkan jumlahnya akan bertambah. Negara lain belum melaporkan data korban.

Turki telah mengajukan permohonan resmi untuk bantuan internasional saat tanggap darurat berlanjut.

Gambar-gambar yang telah beredar menunjukkan banyak bangunan runtuh dan puing-puing berserakan di jalan. 

"Gempa awal M 7,7 di tenggara Turki, yang tampaknya relatif dangkal; mungkin terasa di sebagian besar wilayah," tulis fotgrafer cuaca, Sam Sagnella, di Twitter. 

"Gempa bumi sebesar ini umumnya membutuhkan respons internasional. Kemungkinan kerusakan yang signifikan di tingkat lokal," lanjut dia.

"Bisnis yang benar-benar buruk, dan gempa ini tidak diragukan lagi memengaruhi orang-orang di seluruh Timur Tengah." 

Seorang pengguna Twitter di Israel menulis: "Terasa di Israel membangunkan semua orang. Semuanya bergetar."

Rekaman yang belum dikonfirmasi dari Malatya di Turki selatan tampaknya menunjukkan sebuah bangunan besar yang benar-benar hancur menjadi puing-puing setelahnya, dengan beberapa orang terdengar berteriak melintasi reruntuhan.

Kota berpenduduk 800.000 orang ini dianggap sebagai salah satu yang terparah sejauh ini akibat gempa, dengan laporan lokal menunjukkan Hotel Av┼čar sebagian besar telah hancur. Di Suriah, laporan muncul dari beberapa orang terluka dan lainnya terjebak di bawah reruntuhan setelah bangunan runtuh. 

Organisasi kemanusiaan Syrian Civil Defense telah men-tweet tentang runtuhnya beberapa bangunan tempat tinggal di wilayah barat laut dan keberadaan orang-orang yang terperangkap di bawah reruntuhan. 

"Tim Syrian Civil Defense mengumumkan keadaan darurat untuk menyelamatkan yang terdampar," kata organisasi tersebut. (red.bs)

© Copyright 2022 - REPORTER.WEB.ID | Jaringan Berita Reporter Hari Ini