Jakarta, reporter.com - Sedikitnya 18 migran ilegal, termasuk seorang anak, ditemukan tewas di dalam sebuah truk telantar di Bulgaria, kata pejabat setempat pada Jumat malam.

Truk tersebut mengangkut kayu, sementara migran gelap bersembunyi di dalam sebuah ruang, kata Kementerian Dalam Negeri Bulgaria dalam pernyataan seperti dilansir Reuters.

Kementerian itu menambahkan bahwa truk tersebut ditemukan di dekat Desa Lokorsko dekat Ibu Kota Sofia. Sebanyak 34 migran, termasuk lima anak-anak, dilarikan ke rumah sakit di Sofia. Beberapa dari mereka kritis, tetapi kondisinya stabil, kata Menteri Kesehatan Asen Medzhidiev.

"Kekurangan oksigen dialami mereka yang terkunci dalam truk itu. Mereka kedinginan, basah, tidak makan selama berhari-hari," kata Medzhidiev kepada media.

Polisi sedang menyelidiki identitas pengemudi truk itu, yang sudah kabur, menurut kemendagri. Bulgaria berada di rute perjalanan migran dari Timur Tengah dan Afghanistan yang ingin memasuki kawasan Uni Eropa.

Kebanyakan migran tidak menetap di negara itu. Mereka berusaha masuk ke negara-negara yang lebih kaya di Eropa Barat, sering kali dengan menggunakan jasa penyelundup.

Pada 2015, tiga sopir truk Bulgaria ditangkap dan dikenai dakwaan pembunuhan terhadap 71 migran yang ditemukan tewas di pinggir jalan raya Austria.

Pada Desember lalu, Bulgaria tidak disertakan dalam zona bebas paspor Schengen Uni Eropa oleh Austria dan Belanda karena alasan keamanan dan aturan hukum. Namun, Bulgaria berusaha agar dapat masuk ke dalam zona itu lagi tahun ini. (red.bs)