KEDIRI ,  reporter.web.idMasyarakat wilayah Mataraman kini bisa leluasa berkunjung ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Jika sebelumnya mereka harus ke Bandara Juanda Surabaya, mulai hari ini rute penerbangan Kediri-Balikpapan sudah dibuka di Bandara Dhoho. Pesawat Super Air Jet akan melakukan pendaratan perdana pukul 12.45 siang ini (6/6). Legal, Compliance, and Stakeholder Relation Manager PT Angkasa Pura (AP) 1 Bandara Dhoho Donny A. Novanto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan fasilitas untuk menunjang pembukaan rute penerbangan baru tersebut.   “Dari sisi bandara, kami memastikan seluruh fasilitas dan personel sudah siap untuk melayani penerbangan baru itu,” kata Donny. Terkait seremoni first landing pesawat Super Air Jet, menurut Donny akan sama dengan penerbangan perdana pesawat Citilink pada 5 April lalu. Yakni, saat pesawat mendarat langsung disambut tradisi water salute. Yakni, penyemprotan air dari sisi kanan dan kiri pesawat. “Untuk detailnya masih kami rapatkan dengan Pemkab Kediri dan PT SDhI (Surya Dhoho Investama, Red),” lanjut pria bertubuh tinggi besar ini. Untuk diketahui, penerbangan perdana rute Balikpapan-Kediri siang ini mendapat animo bagus dari masyarakat. Hingga Selasa (4/6) pagi lalu, total ada 103 penumpang yang dijadwalkan mengikuti penerbangan dari kawasan IKN tersebut. Adapun dari Kediri, dijadwalkan ada 63 penumpang yang akan berangkat sekitar pukul 14.00. Jumlah tersebut dimungkinkan masih terus bertambah. Sebab, hingga tadi malam pembelian tiket masih bisa dilakukan.  Di antara ratusan penumpang yang akan mendarat perdana siang ini, ada Pj Wali Kota Kediri Zanariah. Perempuan yang tengah melakukan perjalanan dinas dari Balikpapan itu akan ikut merasakan sensasi penerbangan di ruang udara Kediri untuk rute dari Kalimantan Timur tersebut. Terpisah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi menyebut berbagai persiapan untuk penerbangan perdana Super Air Jet sudah tuntas. “Kami optimistis rute baru ini mendapat respons positif dari masyarakat di wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun,” ungkap Sukadi terkait potensi penumpang. Apakah pemkab akan merealisasikan subsidi bagi moda transportasi setelah ada penambahan rute penerbangan di Bandara Dhoho? Sukadi menegaskan, pihaknya sudah merancang skema insentif moda transportasi. Namun, penerapakannya masih memerlukan kesepakatan berbagai pihak. “Rancangannya dan MoU sudah ada tapi belum ditandatangani. Masih perlu perjanjian kerja sama dengan berbagai pihak,” beber Sukadi. Dalam waktu dekat menurutnya pemkab akan melakukan rapat untuk membahas hal tersebut. Mereka berencana mengundang stakeholder terkait agar bisa merealisasikan insentif untuk moda transportasi darat di bandara. (red.i)