Pasuruan ,  reporter.web.idPemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan, Jawa Timur mewaspadai kekeringan yang berpotensi terjadi di 23 desa di tujuh kecamatan masing-masing Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, Kejayan, dan Grati. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi mengatakan seperti di Kecamatan Gempol, ada Desa Bulusari dan Wonosunyo. "Kemudian Di Kecamatan Winongan ada Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberrejo. Di Kecamatan Lumbang, ada Desa Lumbang, Watulumbung, Cukurguling, Karangjati, dan Karangasem," katanya di Pasuruan, Selasa (4/6/2024). Ia melanjutkan untuk wilayah Pasrepan, krisis air bersih rentan terjadi di Desa Mangguan, Ngantungan, Sibon, Klakah, Pasrepan, dan Petung. "Kecamatan Lekok, risiko kekeringan terjadi di Desa Pasinan, Balunganyar, Semedusari, dan Wates. Lalu, di Kecamatan Kejayan, ada Desa Kedungpengaron serta Oro-oro Pule. Di Kecamatan Grati, ada satu desa, yakni Desa Karanglo," tuturnya. Ia mengajak warga di daerah yang berpotensi kekeringan untuk pintar dan cerdas dalam menjaga ketersediaan air khususnya dengan menggunakan air bersih untuk kebutuhan yang menjadi prioritas. "Seperti untuk mandi, minum dan memasak serta pakan ternak, karena sebagian wilayah atas banyak yang beternak sapi dan kambing," ucapnya. Namun demikian, kata dia, sampai dengan saat ini pihaknya belum menerima laporan kekeringan dari puluhan desa yang biasanya membutuhkan penyaluran air bersih di musim kemarau seperti sekarang. Ia mengatakan belum adanya laporan kekeringan tak lain karena masih adanya hujan yang terjadi di wilayah-wilayah tersebut, meski tidak setiap hari. "Kalau rilis BMKG mengatakan bahwa sekarang ini baru memasuki musim kemarau. Tetapi bukan berarti tidak ada hujan lagi, karena beberapa wilayah masih ada hujan, jadi tandon-tandon air di sana masih tersimpan," katanya.

Asesmen Daerah Rentan Kekeringan

Meski belum ada laporan, namun BPBD Kabupaten Pasuruan menurut Sugeng telah melakukan asesmen terhadap daerah yang rentan kekeringan. Hasilnya, ketersediaan air di sumber-sumber air masih terjaga. Jadi, risiko adanya kekeringan yang kerap melanda saat musim kemarau, belum terjadi saat ini. "Hujan yang masih melanda, ternyata membuat sumber-sumber air yang biasanya kering saat kemarau, sekarang masih terisi. Akhirnya kekeringan tak sampai terjadi," tuturnya. (red.i)