Jakarta,  reporter.web.id - PDIP tak mengundang Presiden Jokowi ke rakernas PDIP karena disebut sibuk dan menyibukkan diri. Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menganalisis hubungan Jokowi dan PDIP.

Dia menilai tidak diundangnya Jokowi menegaskan posisi bukan lagi kader PDIP. Adi juga menganggap hubungan Jokowi dan PDIP sudah selesai.

"Saya kira PDIP sudah tak anggap Jokowi sebagai kader lagi. Makanya di beberapa momen penting Jokowi tak diundang. Ini menegaskan hubungan Jokowi dan PDIP end bin wassalam," kata Adi Prayitno kepada wartawan, Jumat (17/5/2024).

Adi menilai alasan sibuk merupakan hal yang normatif. Menurutnya, alasan itu hanya sekadar menutupi fakta sebenarnya bahwa Jokowi bukan lagi kader PDIP.

"Karena alasan sibuk yang disampaikan Djarot itu alasan normatif, argumen yang sebenarnya untuk menutupi bahwa Jokowi bukan PDIP lagi. Judulnya saja Jokowi tak dipecat. Tapi secara batiniyah PDIP sepertinya sudah mengikhlaskan Jokowi hengkang ke mana pun," ujar dia.

Selain itu, Adi juga meyakini ini sebagai pertanda sulitnya Jokowi dan PDIP bersatu. Titik puncaknya, kata dia, saat Jokowi merestui putranya, Gibran Rakabuming Raka, maju pilpres.

"Tak diundangnya Jokowi ini menebalkan keyakinan publik bahwa PDIP dan Jokowi sulit disatukan kembali. Titik kulminasinya tentu ketika Jokowi merestui Gibran maju pilpres mendampingi Prabowo. Dari situlah sebenarnya hubungan Jokowi dan PDIP sudah putus," katanya.

Pernyataan PDIP
Ketua DPP PDIP Djarot sebelumnya mengatakan PDIP tak mengundang Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin dalam rakernas. Alasannya, menurut Djarot, keduanya sedang sibuk dan menyibukkan diri.

"Termasuk juga yang akan diundang. Yang jelas, presiden dan wakil presiden tidak diundang. Kenapa, karena beliau sangat sibuk dan menyibukkan diri," kata Djarot, saat jumpa pers di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/5).

Lebih lanjut, Djarot mengatakan Rakernas hanya dihadiri kader internal PDIP. Dia menyebut semua peserta yang hadir merupakan kader PDIP.

"Jadi ini hanya internal PDIP, pesertanya internal PDIP," imbuhnya.
(red.R)