Pembangunan Rehab SDN 1 Cipatat Di Duga Proyek Siluman

Header Menu

Pembangunan Rehab SDN 1 Cipatat Di Duga Proyek Siluman

Senin, 23 November 2020
Loading...

 


Reporterweb | Sukabumi,-Proyek pembangunan Rehab gedung Sekolah di SDN 1 Cipatat,Desa Wanajaya,Kecamatan cisolok,kabupaten Sukabumi di duga proyek siluman. Sabtu(21/11/2020)


Hasil penelusuran awak media dilokasi bahwa benar tidak adanya papan nama proyek disekolah tersebut,dan anggarannya pun tidak diketahui berapa nominal besarnya.


Pemasangan papan nama proyek diharuskan karena merupakan kewajiban sesuai dengan Kepres No 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan barang/jasa pemerintah dan Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


Mandor Proyek Pembangunan Rehab SDN 1 Cipatat yang juga menjabat sebagai guru kelas 6 di SDN 1 Cipatat, Dandi mengatakan kepada awak media bahwa pengerjaan tersebut sudah berjalan 6 Minggu dan untuk pengerjaan nya yaitu Rehab total.


" Pengerjaan nya sudah berjalan 6 minggu,untuk pengerjaan nya yaitu rehab total yaitu ganti baja ringan 9 kelas,tapi baru selesai 4 kelas,"Ungkap nya 




Dandi pun menerangkan bahwa R.A.B nya ada perubahan terus karena ada pemagaran dan TPT.


" Untuk anggaran nya saya tidak tau,coba saja ditanyakan ke pak Dedi sebagai pemborong dan ke pak Herman kepala sekolah SDN 1 Cipatat ini,"Jelas Dandi kepada wartawan.


Proyek pembangunan Rehab SDN 1 Cipatat menurut Dandi kontraktor nya yaitu PT.Barindo Prima Agung.


" Yang saya tau pembangunan sekolah ini penerima dana anggaran nya dari kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR)untuk jumlah anggaran nya saya tidak tau,dan untuk gaji pekerja kita menerima dari Pak Herman kepala sekolah," tandasnya.


Ketika awak media menemui Herman selaku kepala sekolah,beliau tidak ada ditempat dan awak media mencoba menghubungi lewat whatsaap.


Kepala Sekolah SDN 1 Cipatat, Herman Gunawan menjelaskan kepada awak media bahwa papan nama tidak dikasih oleh PT.Barindo Prima Agung.


" Saya juga tidak tahu pasti,ditanyakan papan nama nama tidak dikasih.Andai anda bisa tolong tanyain,saya tidak mau tanda tangan andai pembangunan selesai.Apa-apaan proyek abal-abal kitu,saya juga pusing," terang Herman kepada awak media melalui pesan whatsapp.


Herman pun menerangkan bahwa untuk anggaran nya pun belum tau berapa nominal jumlah nya.


" Silahkan anda tanyakan  langsung ke PT.Barindo," di pesan whatsapp.


ketika berita ini diterbitkan, Dedi selaku pemborong dan penanggung jawab dari PT.Barindo Prima Agung tidak memberikan jawaban apa pun ketika di hubungi lewat pesan whatsapp.


( Team media )