Kepala Disporindag Kab Sukabumi Beri Peringatan "Bantuan UMKM Tidak Boleh Ada potongan Sepesarpun"

Header Menu

Kepala Disporindag Kab Sukabumi Beri Peringatan "Bantuan UMKM Tidak Boleh Ada potongan Sepesarpun"

Minggu, 01 November 2020
Loading...



Reporterweb | Sukabumi,-Bantuan UMKM yang di salurkan oleh kementrian dan di informasikan oleh disporindag kab.Sukabumi , baru baru ini , di lapangan nampak tidak sesuai dengan amanat.

Salah satu yang di temui oleh tim Media Reporterweb.id adanya pemotongan yang di lakukan oleh oknum yang merekrut di wilayah desa cimangkok kec Sukalarang kab Sukabumi.sabtu 31/10/2020.


Di sinyalir per orang yang mendapat kan bantuan pemrintah di potong dengan nilai antara 100 SD 400 ribu dari bantuan UMKM senilai 2.400.000.


Saat team mencari kebenaran ke salah satu Nara sumber yang enggan di sebut namanya , menyatakan kebenaran nya.

"Iya pa , bantuan itu di potong Sampai ada yang 400 ribu , bahkan yang di data pun mereka anak anak muda , sementara pelaku usaha kecil sebenr nya tidak , termasuk Saya pun tidak di data nya," ungkap nya menyampai kan kepada team media.


Sementra pelaku ber Inisial W yang merekrut saat di temui team media , menyangkal ada nya potongan itu " Saya tidak memotong ,itu cuma penggantian saja pa , dari 20 orang yang mendapat kan itu tidak sama yang kasih nya juga, kita kan yang punya link wajar kalau kita dapat upah nya," terang W saat di temui di lapangan.


Semantra kepala dinas Disporindag saat menerima info tersebut sangat geram dan marah , karna ini tidak sesuai dengan aturan ,jangan kan 400 ribu , 50 ribu saja itu tidak boleh dan ini harus di laporkan kepada pihak yang berwajib.


"Sesuai permen koperasi no 89 thn 2020 tidak boleh ada potongan dan pelaku nusaha juga tidak boleh berapapun kepada siapapun," ungkap Ardian .


"Tambahan... jika cukup bukti.. sebaiknya dilaporkan ke kepolisian," tambah nya.


Sementara ketua Ikatan Wartawan Online IWO Perwakilan Daerah Sukabumi Heriyadi menyelami banyak nya oknum oknum yang sudah memanfaat kan kesempatan tersebut ,

"Bantuan itu untuk modal usaha , demi kembali normal nya ekonomi masyrakat akibat pademi Corona ini, sangat di sesali adanya perlakuan seperti ini , dan kami berharap kepada pemerintah agar mengecek mereka yang sudah mendapat kan , tentu nya ada data nya , nah layak di cek setelah mendapat kan itu apa benar pake usaha atau di salahgunakan ,kalau di salah gunakan layak ini di tindak sesuai aturan yang berlaku," pungkas nya.



( Team media Reporterweb)