Cegah Cluster Baru KPU Dan Pemkab Sukabumi Bahas Rapid Test KPPS

Header Menu

Cegah Cluster Baru KPU Dan Pemkab Sukabumi Bahas Rapid Test KPPS

Rabu, 04 November 2020
Loading...

 


Reporterweb | Sukabumi,-KPU Kabupaten Sukabumi bahas pelaksanaan rapid tes bagi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), penyimpanan logistik di Kecamatan, debat kandidat, hingga sosialisasi di tingkat desa bersama Pjs. Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad, unsur TNI-Polri, dan unsur Perangkat Daerah di Pendopo Sukabumi, Selasa (3/11/2020).


Ketua KPU Kabupaten Sukabumi Ferry Gustaman mengatakan, rapid test bagi KPPS merupakan amanat KPU. Dalam hal ini, ada 46.539 anggota KPPS yang harus di test cepat 


"KPU memiliki kewajiban merapid tes KPPS. Namun, KPU bukan ahlinya di bidang kesehatan. Makanya berkoordinasi dan bekerjasama dengan Dinkes terkait pelayanan pemeriksaan. Ini untuk mencegah penyebaran covid 19," ujarnya. 


Pelaksanaan rapid tes akan direcanakan pada 24 November 2020. Hal itu setelah penetapan KPPS. 


"Kita rencanya 24 November hingga selesai. Sebab ada 400 titik lokasi pelaksanaan rapid tes," ucapnya.


Selain itu, dirinya memohon pemda untuk memasilitasi gudang di Kecamatan dan Desa. Sehingga, tidak kebingungan dalam penyimpanan alat pelindung diri (APD) dan logistik ketika didistribusikan ke Kecamatan ataupun desa. 


"Kami memohon pemda menyediakan gudang untuk menyimpan logistik dan APD di tingkat Desa dan Kecamatan," ungkapnya.


Pjs Bupati Sukabumi R. Gani Muhamad mengatakan, Pemkab Sukabumi mendukung percepatan kinerja KPU supaya berjalan lancar. Di antaranya berkaitan pelaksanaan rapid tes petugas KPPS. 


"Kita ada Dinkes yang bisa membantu KPU dalam pelaksanaannya," terangnya


Apalagi, dalam pelaksanaan pilkada kali ini harus memberikan rasa nyaman. Baik kepada penyelenggara maupun pemilih. 


"Pilkada harus dijalankan dengan penerapan protokol kesehatan. Rapid tes menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran covid 19," bebernya.


Berkaitan hal tersebut, Pemkab Sukabumi terus menyosialisasikan 3M kepada masyarakat. Mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.


"Kita juga lakukan operasi yustisi untuk menyadarkan masyarakat," terangnya.


Terkait pemohonan gudang, dirinya akan meminta Camat untuk menyediakan ruang serbaguna. Sehingga, ruangan bisa dijadikan tempat penyimpanan logistik dan APD. 


Selain itu, pemda akan membantu sosialisasi terkait pelaksaan Pilkada pada 9 Desember mendatang. Hal itu akan menyebar sampai ke tingkat desa.


"Sosialisasi ini membantu KPU dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Sehingga partisipasi pemilih menjadi lebih banyak," pungkasnya.

( Agam Wijaya )