Ketua Umum IKA Terus Kawal Kasus Penusukan di Wisata Bukit Alas Bandawasa

Header Menu

Ketua Umum IKA Terus Kawal Kasus Penusukan di Wisata Bukit Alas Bandawasa

Senin, 20 Juli 2020
Loading...

Reporterweb | Bogor,-Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) YZA, Ucha Seftian meminta pihak kepolisian sektor (Polsek) Cijeruk, Polres Bogor agar semua pelaku yang ikut terlibat dalam kasus  penganiayaan terhadap korban penusukan oleh oknum diduga petugas wisata Bukit Alas Bandawasa segera ditangkap yang terjadi pada Kamis 16 juli 2020.

Sementara Korban adalah Nasution 29 tahun yang merupakan salah satu alumnus SMK Yayasan Zaelani Almansur (YZA) angkatan tahun 2009-2010.

Korban terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit, akibat penusukan saat akan berwisata ke Bukit Alas Bandawasa di wilayah Cigombong, Kabupaten Bogor kemarin.

“Karena itulah, kita berharap semua pelaku penganiayaan yang berujung pada penusukan tertangkap semuanya dan diproses hukum yang berlaku, Mengingat, berdasarkan informasi didapat dari media online saat ini baru satu orang pelaku yang ditangkap. Padahal, sesuai keterangan yang diterima dari beberapa alumni tersangka pelakunya banyak,”ujar Ucha.senin 20/07.

Pihaknya mewakili para alumnus YZa, meminta dengan tegas pihak kepolisian menangkap semua para pelaku dan segera diproses hukum. Sebab, dengan proses hukum akan ada epek jera buat yang lainnya agar dikemudian hari tidak terjadi lagi kasus kriminal seperti ini lagi.

“Sebagai Ketua Umum IKA YZA, saya bakal mengawal proses hukum sampai benar-benar dilaksanakan pihak kepolisian setempat. Mengingat, hal ini menyangkut nyawa seseorang yang merupakan alumni YZA. Bagaimanapun caranya pihak kepolisian harus berani menangkap dan menindak tegas semua pelakunya serta menjalan proses hukum sesuai yang berlaku di negara kita,” tandasnya.

Ia menjelaskan, jika dilihat dari sudut pandangnya sendiri peristiwa tersebut terjadi sejak dua hari lalu. Namun, dirinya menilai ada keterlambatan atas penangkapan pelaku.

“Seharusnya cepat tanggap, kan kejadiannya juga di lokasi wisata yang ada pengelolanya. Jadi bisa mengambil
keterangan terlebih dulu dari pengelola soal bagaimana ini bisa terjadi kalau memang para pelaku belum ditangkap.Tapi alhamdulillah, menurut info satu orang sudah ditangkap,”terangnya.

Meski lamban dalam penanganan, Ucha menyadari bahwa ada alasan yang kuat dari pihak kepolisian. Dimana, mereka bekerja harus selektif agar tidak salah tangkap.

“Namun, meski demikian dari sudut pandang saya sangat lama, harusnya malam kemarin sudah ditangkap karena identitas pelaku mudah dikenali. Tapi mungkin bisa juga memang tidak dikenali akibat gelap malam atau masyarakat sekitar tidak membuka jadi diri pelakunya,”papar Ucha.

Ucha berharap, dengan tertangkapnya satu orang pelaku, sisa pelaku lainnya yang katanya tinggal 19 orang lagi segera ditangkap.

“Saya berharap yang terbaik, tegakan hukum seadil – adilnya,”tegasnya.

Adapun jika terjadi rislah antara pelaku dengan keluarga korban, bagi Ucha tak jadi masalah yang penting proses hukumnya tetap dilanjut. Sebab ini konteksnya beda antara perdamaian sama kriminalisme.

“Silahkan lakukan perdamaian, asal sepadan dengan luka yang diderita, apalagi korban menderita dari informasi dari sudara korban, alditiya harus kehilangan salah satu ginjalnya dikarenakan rusak parah dan tidak bisa diselamatkan ginjalnya, Dan sudah dapat dipastikan ini akan berdampak luar biasa pada diri aldy, jadi pikirkan perdamian itu sebaik baiknya dengan tidak menyampingkan proses hukumnya untuk dilanjut,” pungkasnya.

Narasumber : Angga

( Agam Wijaya )