kembali Terjadi Arogansi Perawat Terhadap Wartawan Di Sukabumi

Header Menu

kembali Terjadi Arogansi Perawat Terhadap Wartawan Di Sukabumi

Kamis, 25 Juni 2020
Loading...

Reporterweb | Sukabumi,-Seorang oknum perawat di Puskesmas Ciambar, nekad membuka praktek mandiri pengobatan yang berlangsung sudah lama bertempat di DesaTangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi tanpa disertai dengan surat ijin praktek perawat (SIPP).

Pihak wartawan dari beberapa media  akan mengkonfirmasi terkait perijinan ke tempat prakteknya, "namun oknum perawat Puskesmas Ciambar tersebut langsung marah,” ungkapnya dengan nada kesal atas jawabanya seakan mengajak berkelahi dengan nada kasar.

Ia menyebut oknum tersebut berinisial D non ASN dan belum memiliki Surat Tanda Register (STR) dan sudah lama membuka praktek mandiri.

"Tidak terima dengan kedatangan pihak kami dan langsung dia mengusir,” sambungnya.

“Kami sebagai kontrol sosial berhak untuk mempertanyakan tentang ijin dan perijinan seorang perawat membuka praktek secara mandiri, karena ada informasi dari masyarakat bahwa praktek tersebut tidak memiliki ijin resmi dan diduga ilegal,"terangnya.

Sementara A. Sharli sebagai aktivis Kecamatan Parungkuda mengatakan, sebagai seorang perawat, meski telah mengenyam jalur pendidikan resmi dan memiliki Surat Tanda Register (STR) tidak serta-merta bisa membuka praktek pelayanan kesehatan begitu saja.

"Apalagi,pelayanan kesehatan umum kepada masyarakat tersebut dibuka di rumah tanpa izin dan tidak memiliki papan nama serta kelengkapan lainnya sesuai dengan aturan yang ada,” ujarnya.

Menurutnya perawat yang akan membuka praktek seharusnya mengacu pada Permenkes RI Nomor HK.02.02/MENKES/ 148/I/2010 Tentang izin Penyelenggara Praktek Perawat dan Undang-undang Nomor 38 tahun 2014 tentang Keperawatan.

Sampai berita ini diturunkan pihak Dinas Kesehatan Kab. Sukabumi belum bisa dikonfirmasi.

Sementara ketua PD IWO Kab.Sukabumi Heriyadi sangat menyesali akan ulah oknum Tersebut .
"Ini harus segera di Tindak dan perlu ada nya sikap yang di lakukan oleh Dinas Kesehatan , apalagi di ketahui di tempat tersebut ada apotek namun bagian Apoteker yang sudah teruji tidak ada , dan ini Perlu segera di sikapi ," Tegasnya.

(Faoz ).