Kepala Desa Terjun Kelapangan Mengenai Pemagaran PT Yanita Indonesia

Header Menu

Kepala Desa Terjun Kelapangan Mengenai Pemagaran PT Yanita Indonesia

Jumat, 08 Mei 2020
Loading...

Reporterweb | Sukabumi,-TidAk terima dengan pemagaran  yang dilakukan PT Yanita Indonesia karena telah menyalahi aturan,Aksi unjuk rasa pun dilakukan masyarakat kampung gunung sari,Desa cileungsing,kecamatan cikakak.kamis(07/05/2020).

Masyarakat mengadukan PT Yanita indonesia ke Desa cileungsing tentang pemagaran yang terlalu memakai badan jalan dan penebangan pohon pisang milik warga dan paling menyakit kan masyarakat bahwa akses jalan raya khusus nya untuk pengambilan air bersih ditutup total sehingga masyarakat sekitar melakukan aksi unjuk rasa kepada PT Yanita indonesia.

kepala desa Cileungsi,Asep mengatakan" kami mengharap kan kepada media cetak,online dan tv untuk menyampaikan informasi terkait pemagaran yang dilakukan oleh PT Yanita indonesia terlalu memakai badan jalan, tidak sesuai dengan aturan,maka saya akan koordinasi bersama sat pol PP kabupaten sukabumi untuk mensegel ataw menghentikan kegiatan pemagaran tersebut," tegas nya.

Sementara Sutisna selaku ketua BPD desa cileungsing pun ikut angkat bicara

" Banyak tanaman masyarakat yang tumpang sari pun ditebang tanpa ada konfirmasi dan sosialisasi kepada masyarakat,dan akhir nya masyarakat pun melakukan aksi unjuk rasa," ungkap nya.

Ditempat yang sama kapolsek cikakak,Diro menjelaskan bahwa

"Masyarakat meminta akses jalan untuk pengambilan air bersih jangan ditutup dan setelah bermusyawarah ada rencana dari pihak perusahaan PT Yanita bahwa jalan untuk pengambilan air tidak jadi ditutup,dan untuk izin  tersebut saya belum  cek dan belum saya lihat,"Pungkas nya.

Pihak PT Yanita Indonesia tidak mau di konfirmasi oleh wartawan.Itu dijelaskan oleh salah satu pekerja PT yanita indonesia yaitu goras dengan mengatakan

"tunggu aja dulu nunggu yang lain dulu keluar,soalnya masih ada tamu ke ibu bebi nya" imbuh nya.

Setelah menunggu hampir setengah jam,tidak ada dari Direksi sekaligus penanggung jawab PT Yanita indonesia untuk memberikan klarifikasi kepada wartawan,tetapi para Aparat penegak hukum bisa masuk dengan mudah nya tanpa menunggu menemui ibu bebi selaku penanggung jawab PT Yanita indonesia. Sehingga menjadi pertanyaaan besar Ada apa yang di sembunyi kan ke publik sehingga para wartawan susah untuk masuk.

Andi/aank