Perempuan Asal Pelabuhan Ratu Jadi Korban PJTKI Ilegal

Header Menu

Perempuan Asal Pelabuhan Ratu Jadi Korban PJTKI Ilegal

Jumat, 17 April 2020
Loading...
photo Ibu Korban


Reporterweb | Sukabumi,-Seorang perempuan atas nama Nurhasanah (40) warga Kampung Panyairan RT 003 RW 031 Desa Pelabuan ratu, Kecamatan Pelabuanratu, Kabupaten Sukabumi diduga jadi korban Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) ilegal.
Orangtua korban, dondi yang di dampingi isterinya kokom menceritakan, anaknya sudah bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Malaysia sekitar hampir 3 tahun lalu, namun 2 Tahun belakangan dia sudah tidak mendapatkan kabar dari sang anak.

Dondi mengaku sudah berusaha menghubungi sponsor atau penyalur tenaga kerja yang membawa anaknya terkait keberadaan Nurhasanah, akan tetapi dirinya tidak mendapatkan jawaban yang pasti terkait kondisi anaknya saat ini.

“Anak saya sudah hampir 3 tahun kerja di luar negeri dan dalam 2 tahun terakhir saya kehilangan kontak sehingga saya tidak bisa berkomunikasi dengan anak saya.
Sudah saya tanyakan pada sponsor yang pertama bawa anak saya dan pihak PT yang memberangkatkan anak saya kerja ke malaysia, tetapi pihak sponsor daerah dan pihak PT belum juga bisa memberi jawaban yang pasti mengenai kabar keberadaan anak saya dimana dan siapa majikannya,” ungkap dondi pada Wartawan reporterweb.

Bukan hanya tidak mendapatkan informasi keberadaan sang anak, bahkan permohonan dondi meminta nomor kontak majikan dan anaknya pun tidak kunjung dipenuhi sponsor.

“Dalam permohonan saya pada sponsor dan pihak PT agar anak saya bisa menghubungi saya. Bahkan saya meminta nomor kontak majikan anak saya pada sponsor dan pihak PT tapi nihil gak ada jawaban,” ujarnya.

Saat wartawan berusaha menghubungi pihak sponsor melalui nomor kontak yang diberikan dondi, pihak sponsor mengakui bahwa memang nurhasanah sudah tidak bisa komunikasi sejak 3 bulan ketika awal keberangkatannya ke malaysia, dengan alasan kabur ketika di karantina. Akan tetapi ia memastikan bahwa Nurhasanah dalam keadaan baik-baik saja.

“Kang mungkin salah informasi, jadi bukan dari awal ga bisa dihubungi, tadinya komuniksi lancar baik-baik aja, baru tiga bulan terahir ini ga ada komunikasi ga tau ada masalah apa. Udah di cek ama orang kantor malah dia kirim video ngomong dia baik-baik aja, uang juga udah dua kali kirim ke orangtuanya,” jelas Heryati yang berada di gumelar, perwakilan dari PT jakarta yang di urus olehnya Haji Amin orang jawa ungkapnya.

( edis wijaya/ kamil/ jamal legi/ andi s bahri )