Pemdes Cianaga Enggan Dikompirmasi wartawan Malah Kasih Amplop

Header Menu

Pemdes Cianaga Enggan Dikompirmasi wartawan Malah Kasih Amplop

Selasa, 04 Februari 2020
Loading...

Reporterweb | Sukabumi,-Dengan dugaan penggunaan dana desa  Cianaga Kecamatan Kebandungan  Kabupaten Sukabumi jawabarat. patut di awasi dengan banyaknya pekerjaan yang di duga tidak sesuai sepek   penggunaan dana juga seakan misterius berbeda dengan desa lain. Saat mau komfirmasi  Kepala desa tersebut malah nyuruh staff nya ngasikan amplop diduga berisi uang. Saat disampaikan kehadiran team media untuk konfirmasi bukan mau minta uang

Oknum perangkat desa yang menyodorkan amplop tersebut aaat ditanyakan soal fisik/pekerjaan yang sedang di laksana kan dia seakan tidak bisa menjawab malah kembali menyodorkan amplop dan  mengatakan "titipan dari pak kades karana beliau sedang sibuk,"ungkap nya.

Kemudian tidak lama kepala desa tersebut keluar dengan wajah kesal

"Ada apa lagi saya udah boesn kedatangan dari media/wartawan dari pagi hingga sekarang lebih 18 orang jadi saya merasa terganggu dengan kedatangan anda anda,"ucap kepala desa  29/01/2020

Dengan waktu bersaman ada salah satu warga  yang nyelonong masuk mengatas namakan warga dengan di embel-embeli mengaku sebagai ormas  di salahsatu lembaga

"saya selaku warga. /putra daerah disini merasa terusik dengan kedatangan para wartawan kesannya seolah-olah janjian" padahal saya juga sebagai warga ikut peran serta dalam pengawasan dalam kegiatan tersebut bukan hanya wartawan aja yang bisa kontrol sosial kami juga bisa,". ungkapnya

Di tempat terpisah Pemerhati Kinerja Desa dan salah satu pengurus IWO( Ikatan Wartawan Online ) Kab.Sukabumi Aris menganggap ini sebagai pelecehan profesi wartawan.

" Sikap arogan dan kurang baik kepala desa tersebut semesti nya tidak di lakukan , karna sejati nya wartawan adalah pencari berita , dan adapun tentang banyak nya wartawan yang datang wajar wajar saja karna wartawan datang mencari informasi berita dan sebagai kontrol sosial, lalu kenapa harus bilang bosan , kalau demikian arti nya itu menghalangi media mencari berita dan sesuai dengan UU pers No 40 "Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). Sementara isi dari Pasal 4
1. Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.
2. Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.
3. Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi,"jelasnya.

"Dengan melihat dari yang sudah di tentukan dalam undang undang pers siapa pun tidak dapat mengahalangi kinerja wartawan,dan bila masih ada itu sama saja melanggar hukum pidana yang berlaku,
Kami berharap kepada pemerintah terkait agar segera tindak lanjuti dan kinerja desa Cianaga segera di monitoring langsung kelapangan , jangan ada yang main mata,"pungkasnya.

(Jamal /red)