CV. Astan Tercepat Selesaikan Penyaluran Program Sembako di Baksel

Header Menu

CV. Astan Tercepat Selesaikan Penyaluran Program Sembako di Baksel

Jumat, 21 Februari 2020
Loading...

Reporterweb | Sukabumi,-Periode tahun 2020 ini yang semula dikenal program BPNT berubah menjadi Program sembako dengan menambah index bantuan, pada saat BPNT Keluarga Penerima Manfaat (KPM) hanya menerima beras dan atau telur yang berarti boleh beras saja dan juga boleh dengan telur.

Di Kab. Lebak khususnya Lebak Selatan semua agen memilih Penyedia Lokal seperti yang di tuliskn dalam pedum (Pedoman Umum) bahwa  Program sembako memiliki aspek manfaat salah satunya Meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro dan kecil di bidang perdagangan. dan hal ini pula di sampaikan oleh Bupati Lebak saat sosialisasi di tingkat Kab. Lebak bahwa program ini harus menjadi perputaran ekonomi khususnya di wilayah Kab. Lebak, idealnya program ini harus dapat menumbuhkan ekonomi masyarakat Lebak, dengan istilah dari rakyat dan untuk rakyat.

hal ini juga di jelaskan oleh Sekda Kab. Lebak bahwa Program ini seharusnya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat terutama masyarakat yang memiliki usaha mikro dan kecil, untuk hal itu CV. Astan mencoba hadir di baksel untuk ikut membantu masyarakat baksel dalam penyedia bahan sembako lokal yang kemudian dapat diberikan lagi ke masyarakat baksel dalam bentuk bansos Sembako.

Rudi kurniawan bagian pemasaran CV. Astan menuturkan.
"CV. Astan hanya bekerjasama dengan sebagian agen penyalur Program Sembako yang ada di wilayah Kab. Lebak, kami hanya bekerjasama dengan para agen yang ada di wilayah Lebak Selatan khususnya di dapil IV.
sebelumnya di tahun 2019 di Kab. Lebak hanya ada 1 perusahaan penyedia barang yang bekerjasama namun untuk di tahun 2020 kami ingin mencoba ikut serta sebagai pengusaha lokal dalam mensukseskan penyaluran Program Sembako,"ungkapnya.

"dari 28 Kecamatan yang ada di Kab. Lebak baru 5 Kecamatan di baksel yang melakukan penyaluran sementara 23 Kec. lain yang bermitra dengan perusahaan penyedian (bukan astan) sampai saat ini belum 100 persen melaksanakan penyaluran, dengan demikian CV. Astan bisa d anggap paling cepat melakukan distribusi Sembako ke masyarakat,"jelasnya.

"ada memang di antaranya dari 28 Kec. itu bermitra dengan BUMN dan sudah selesai melakukan penyaluran dan sebagian lagi yang bermitra dengan perusahaan swasta lain belum 100 persen melakukan penyaluran.
CV. Astan berprinsip bahwa para penerima manfaat di dapil IV adalah keluarga maka dari itu segala upaya kami dalam mempercepat menyampaikan hak masyarakat pasti akan dilakukan semaksimal mungkin karena kami tahu bahwa nilai kekeluargaan yang akan tetap kami junjung tinggi, sesuai prinsip urang kidul (orang baksel) bahwa keluarga adalah saudara yang akan tetap menjadi saudara sampai kapanpun,"terangnya.

"untuk itu apabila ada dugaan atau issue bahwa astan penyebab keterlambatan penyaluran Program Sembako di Kab. Lebak itu merupakan salah Komonikasi semata , justru kami memberikan contoh yang baik untuk penyedia lain bahwa Program Sembako ini adalah Program masyarakat dari masyarakat dan untuk masyarakat. dengan demikian jika bisa bekerjasama dengan berbagai pihak di lingkungan masyarakat itu sendiri saya yakin penyaluran akan bisa lebih cepat dilaksanakan karena polanya dari daerah itu untuk daerah itu sendiri,"paparnya.

CV. Astan sudah melakukan langkah langkah dalam mensukseskan kegiatan Sembako ini salah satunya bermitra dengan semua huller yang ada di dapil IV yang bersedia bermitra dengan CV.

"Astan untuk ikut membantu menyediakan pasokan sembako untuk kebutuhan Para KPM, termasuk juga salh satunya pabrik tahu tempe yang ada di wilayah baksel akan kami hidupkan kembali sebagai salah satu bentuk kemitraan CV. Astan dengan para pengusaha lokal mikro dan kecil di wilayah Baksel (Lebak Selatan),"tegasnya.

"bagaimana Astan di anggap salah satu penyebab keterlambatan sementara astan sendiri sudah melaksanakan penyaluran 100 persen dari semua agen yang bermitra dengan perusahaan kami, justru mungkin keterlmambatan ini karena tidkak adanya pemberdayaan usaha mikro dan kecil di wilayah itu sendiri makanya terjadi keterlambatan," Pungkasnya.