Terjadi Kembali DiWilayah Desa Bojongkokosan Pencabulan Anak Di Bawah Umur

Header Menu

Terjadi Kembali DiWilayah Desa Bojongkokosan Pencabulan Anak Di Bawah Umur

Sabtu, 04 Januari 2020
Loading...

Reporterweb | Sukabumi,- Sebuah penelitian menyebut  berpotensi dilakukan oleh orang terdekat. Ini pula yang terjadi di wilayah kp. Babakan Peundeuy desa Bojong kokosan kecamatan parungkuda
Seorang anak dibawah umur yang  berusia  tujuh tahun , dicabuli oleh pria berinisial eman alias EM (44) Sementara ini yang terduga kasus pencabulan anak di bawah umur.

Sementara Orang tua korban mengatakan

"kasus pencabulan terhadap anak bawah umur ini terjadi pada hari Sabtu sekitar jam 11,00 tanggal 04 Januari 2020.Kasus ini bermula saat pelaku sedang jalan kearah rumah korban dan bertemu dengan pelaku yang berinisial EM , lalu korban diiming imingi jajan jajanan, Usai memberikan jajanan pelaku Mecari rumah  kantrakan kewarga setempat yang masih kosong ,lalu sipelaku yang berinisial Em membawa masuk korban ketempat kontrakan yang kosong,selang beberapa menit, melakukan perbuatan bejad nya kontrakan kosong Saat itu, korban ditidur kan dan diraba raba alat kelamin nya,Kesempatan ini, dimanfaatkan pelaku dan dan diduga mencabuli korban.

Menurut salah satu saksi yang nama nya enggan di sebut kan mengatakan.

"Pelaku terduga  pencabulan anak dengan korban dan orang tuanya sering bertemu muka,karena ia pernah berobat disalah satu tempat pengobatan karena, sipelaku diduga dalam tahap penyembuhan dari sakit kelainan jiwa (DEPRESI),"terang nya saat di minta keterangan team media.

Sementara pihak korbanTak terima anaknya menjadi korban pencabulan, orang tua korban lalu membuat laporan polisi .Dari hasil visum, ditemukan luka lecet di alat vital lecet korban.

Saat ini pelaku sudah ditahan di Polsek parungkuda kecamatan parungkuda sukabumi dengan dugaan kasus  tentang perlindungan anak,

Sementara pihak penyidik KANIT RESKRIS IPDA BUDIARTO, belum bisa memberikan keterang resmi tentang kasus ini karena

" sementara ini masih dalam proses," ungkap IPDA BUDIARTO

 (igun)