Inilah Hasil Penyelesaian Masalah Marak nya Bank Emok di Bojong Genteng

Header Menu

Inilah Hasil Penyelesaian Masalah Marak nya Bank Emok di Bojong Genteng

Kamis, 23 Januari 2020
Loading...
Reporterweb |  Sukabumi,-Penyelesaian  kasus Bank Emok yang di duga telah menyegel rumah konsumen atas nama Titin kini sudah berakhir setelah dimediasi oleh pihak Kepolisian Resor Sukabumi di Kapolsek  Bojonggenteng, Rabu (22/1/20).

Mediasi tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolres Sukabumi Kompol Sigit Rahayudi dan dihadiri Kabag Ops, Kasat Intel, Kapolsek Bojong genteng, Ketua MUI Kecamatan Bojonggenteng, perwakilan ormas Islam, pihak nasabah dan perwakilan Koperasi Simpan Pinjam Dian Mandiri (Diman),serta para Tokoh masyarakat Bojong genteng.setelah sehari sebelum nya tanpa ada hasil kesepakatan.

“Dari hasil musyawarah permintaan negosiasi dari nasabah sudah diterima oleh pihak koperasi dengan nominal pembayaran Rp 10 ribu per minggunya. Pembayarannya bisa mendatangi kantor cabang atau dengan cara via transfer,dan pihak Bank Emok Diman Berjanji akan Meninggalkan Wilayah Bojong genteng sesuai kesepakatan,"ungkap Asep Royani ketua Forum Bersama Bojong Genteng kepada Reporter.web.id Rabu (22/1/2020) malam.

Sementara di tempat yang sama , pihak koperasi enggan memberikan keterangan terkait permasalahan ini. Kepala Cabang  Koperasi Diman menyangkal bahwa stiker yang dipasang di rumah warga bukan penyegelan.

“Stiker itu hanya untuk memberikan ciri pada rumah yang pemiliknya tidak menyetor tepat waktu,dan akan di Copot setelah bertemu dengan nasabah,” ungkap kepala cabang koperasi yang enggan menyebutkan identitasnya.

Di tempat yang berbeda tepat nya di Kampung/Desa Bojonggenteng RT 06/02, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi ketua kelompok peminjam,inisial R membenarkan tentang ada nya kertas yang masyarakat katakan sebagai stiker penyegelan.

"penyegelan yang di lakukan di rumah milik nasabah yang belakangan diketahui bernama bernama Titin dilakukan pada Selasa (7/1/2020) lalu.dan itu di lakukan secara terpaksa oleh penagih,"terang nya.


“Awalnya Titin meminjam Uang sebesar  nominal Rp 1,5 juta dan sudah dicicil sebanyak 11 kali, dengan pembayaran mingguannya sebesar Rp 105 ribu. Sisa 9 x bayar ,sekarang kalau diitung-itung paling sisa hutangnya sekitar Rp400 ribu lagi,sebab kan setiap setoran itu ada tabungan ,dan saat itu 2 x angsuran Titin belum dapat uang untuk setor , sudah berusaha tapi belum dapat dan suami nya belum kirim” ujarnya.

Sebelum perkara tersebut di bawa ke Kapolsek , perwakilan dari tokoh masyarakat sempat menegosiasi cicilan utang per minggunya Rp 10 ribu, namun pihak lembaga simpan pinjan itu menolaknya.karna merasa keberatan untuk pertanggung jawaban ke kantor pusat,dan akhir nya permasalahan ini dibawa ke Mapolsek Bojonggenteng.

Namun berkat bantuan kepolisan polres Sukabumi beserta Kapolsek permasalahan tersebut kini telah berakhir dengan kesepakatan bersama dan di saksi kan oleh para tokoh ulama, serta ormas dan pihak kepolisian.

( Jamal)