9 Bandar Ganja dan Sabu Di Tangkap Polres Cianjur

Header Menu

9 Bandar Ganja dan Sabu Di Tangkap Polres Cianjur

Selasa, 21 Januari 2020
Loading...


Reporteweb | Cianjur,-Peredaran Narkoba di Bandung, Sukabumi dan Bogor Dikendalikan dari Lapas Cianjur. Senin 20 Januari 2020, Jajaran Reserse Narkoba Polres Cianjur menangkap 9 bandar ganja dan sabu.

Dua di antaranya merupakan residivis yang baru bebas sebulan dari Lapas Kelas II B Cianjur. Peredaran narkoba Cianjur jenis ganja dan sabu diduga kiriman dari Bandung, Sukabumi dam Bogor, pengendalinya dari dalam lapas kelas II B Cianjur. Kesimpulan itu diutarakan, usai jajaran Reserse Narkoba Polres Cianjur menangkap 9 bandar ganja dan sabu. Dua di antaranya merupakan residivis yang baru bebas sebulan dari Lapas Kelas II B Cianjur. Bandar narkoba yang ditangkap yakni AR alias Cimot, WWN, DN, IF, RAP, MRA, ES, TB, dan CS. Total barang bukti yang diamankan dari 9 tersangka masing-masing ganja seberat lebih kurang 1 kilogram dan sabu-sabu seberat lebih kurang 15 gram.

Wakapolres Cianjur Komisaris Jaka Mulyana yang didampingi Kasat narkoba Ajun Komisaris Ade Hermawan mengungkapkan, Cianjur menjadi target peredaran narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Sebab, dari hasil pendalaman pemeriksaan,

"barang haram tersebut berasal dari Bandung, Sukabumi dan Bogor. Dari 9 bandar yang kami tangkap, dua orang merupakan residivis yakni AR alias Cimot dan TB. Cimot diketahui baru 21 hari keluar dari lapas. Tersangka kali ini diciduk lagi dengan kasus yang sama. Tersangka satu lagi (TB) baru sebulan keluar dari lapas," kata Jaka dihadapan reporterweb Senin(20/1/2020).

Jaka tak menampik, tertangkapnya kembali dua orang residivis mengindikasikan pengendalian narkoba di dalam lapas masih terjadi.

"Beberapa yang kami ciduk ini melaksanakan tempelan dari orang-orang di dalam lapas. Ini artinya, masih ada jaringan pengendalian dari dalam lapas," tandasnya.

Kesembilan bandar narkoba dijerat Pasal 114 Ayat 1 juncto Pasal 112 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35/2009 tentang Narkoba. Ancaman hukuman 5 tahun dan maksimal 10 tahun.

( Edis wijaya / kamil hasan )