Dinas PUPR Propinsi Banten Tutup Mata Ujung Jembatan Bersejarah Peninggalan Jaman Belanda Hampir Putus

Header Menu

Dinas PUPR Propinsi Banten Tutup Mata Ujung Jembatan Bersejarah Peninggalan Jaman Belanda Hampir Putus

Jumat, 20 Desember 2019
Loading...

Reporterweb | Banten ,-Pasca hujan deras pada hari Jumat 06/12/2019 yang mengakibatkan rusaknya lahan persawahan milik warga dan jembatan yang di lalui aliran sungai Cimadur.Jumat 20/12/2019.

Jalan propinsi warungbanten Cipanas yang terdapat jembatan Cimadur perbatasan desa warungbanten dan desa cihambali.
Ujung Jembatan bersejarah peninggalan jaman Belanda hampir putus ,tidak diperhatikan oleh  dinas PUPR Propinsi Banten.

Dengan ujung jembatan yg  lebar jalan sekitar 2.5 meter itupun sudah retak-retak.dan tebing sudah berlobang sekitar 50 centimeter ke dalam.
Kalo jembatan Cimadur Sampai putus,tidak ada lagi jalan alternatif.kalopun ada sangat jauh

Jembatan Cimadur penghubung desa cihambali,desa Sukamulya kecitorek,bahkan sampai ke Rangkasbitung,

"Apalagi sekarang menjelang pergantian tahun 2019 ke tahun 2020,yang tentunya akan sering di lalui pengguna jalan dan jembatan.dengan kondisi yang memprihatinkan,di hawatirkan menelan korban,karena dengan tebing ketinggian sekitar 10 meter dan tanpa penerangan jalan ,dan tidak ada rambu rambu apapun,"demikian di sampai kan salah satu Warga Kampung Nagajaya Sukri.

Masih menurut keterangan Sukri warga kampung nagajaya RW 05 desa warungbanten,kecamatan cibeber.jembatan Cimadur sangat di perlukan untuk menunjang perekonomian masyarakat.dan berharap dinas PUPR Propinsi untuk segera di perbaiki,jangan menunggu ada korban yang terperosok.

Di tempat berbeda Narja selaku tokoh masyarakat desa warungbanten. menyesalkan dengan kinerja dinas PUPR lambatnya penanganan ujung jembatan yang hampir  habis karena longsor apakah menunggu ada kendaraan yang terjun ke sungai.
"Apakah menunggu ada korban jiwa atau menunggu ada kendaraan terjun ke sungai baru akan di perhatikan ,"sesal nya.

Sumarna warga nagajaya juga menyampaikan draenase dari kampung warungbanten sampai cimadur yang tidak maksimal yang menyebabkan air kalo hujan ke jalan sehingga jalan menjadi rusak.kalopun setiap tahun jalan di tambal tetap saja rusak dan percuma,hanya menghabiskan anggaran saja.

"selama ini yang di kerjakan  PUPR kurang di rasakan manfaatnya oleh masyarakat,apa lagi dengan Bronjong yg di bawah sebelum cimadur sudah tidak karuan bentuknya," demikian di sampaikan Sumarna saat di temui team media Reporterweb.

Sampai berita ini di turunkan belum ada konfirmasi dari  dinas terkait.

(Supriyanto)