Di Duga Program P3A DIjadikan Pungli

Advertisement


Di Duga Program P3A DIjadikan Pungli

Rabu, 04 Desember 2019


Reporterweb | Sukabumi,-Pemerintah  gencar gencarnya dalam melakukan pemberantasan pungutan Liar (pungli)di berbagai Lini melalui team saiberpungli,akan  tetapi masih saja ada yang brani melakukan pungutan liar seperti, halnya pasca program kementrian PUPR dan pemerintah provinsi jawabarat yang telah mengucurkan anggaran mencapai puluhan miliar untuk diberikan kepada kelompok mitra cai melalui program perkumpulan petani lemakai Air (P3A),dan balai besar wilayah sungai citarum (BBWS).

Berdasarkan hasil survei pihak pemerintah dan bbws yang menjdi skala prioritas mendapatkan bantuan keuangan itu sebanyak 78 klompok pada tahun anggaran 2019.Sedangkan dana yang diterima oleh masing masing klompok sebesar Rp194.774.000 rupiah dimana dana tersebut untuk di alokasikan pada pisik pembangunan peningkatan saluran irigasiyang ukuran panjangnya 530 meter, tinggi 60 cm, lebar 34 cm,dan pondasi 30 cm.

 dalam pelaksanaan kegiatan program tersebut tentunya pihak pemerintah menunjuk salah satu lembaga untuk melakukan pengawasan,yaitu koordinator tenaga pendamping masyarakat (KTPM), dan tenaga pendamping masyarakat (TPM). dengan adanya KTPM dan TPM itu tujuanya agar dalam melaksanakan pengguaan anggaran dananya sesuai juklak dan juknis demi terwujudnya pembangu an berkualitas dan baik tentuya.

Akan tetapi justru sebaliknya berdasarkan hasil pantauan di lapangan paktanya duduga  disinyalir tercium aroma tak sedap penyalahgunaan/penyelewengan telah diduga kuat ada oknum yang melakukan praktek pungutan Liar.

di balik program yang begitu  yang berdampak pada kualitas bangunan karena plaksanaanya tidak sesuai spek hingga terjadi asal asalan Pasalnya menurut keterangan sumber inpormasi yang di himpun dari beberapa klompok sebagai penerima manpaat ia masing masing menyampaikan keluhanya pada team  ditempat terpisah, mengatakan

" terkait pelaksanaan pembangunan bagi kami dilematis  karena disisi lain kualitas bangunan di tuntut harus bagus sesuai dana yang dikucurkan sementara uangnya di minta oleh orang yang mengaku sebagai komisi irigasi KOMiR dan yang mengaku sebagai koordinator dan anehnya lagi beban tarif yang diberikan olehnya tidak tanggung tanggung 25% dari jumlah keseluruhan yang kami terima,"tutur nya.

"terhitung kurang lebih sebesar Rp 49 jutaan dengan otomatis disini akan terjadi dampak   pada kualitas bangunan .pertanyaanya sederhana apa pungsi pengawas?berbekal inpormasi untuk konpirmasi kepada pihak  KTPM dan TPM sementara menurut inisial (L) selaku TPM saat di temui dirumhnya mengatakan" terkait tugas dan pungsi pengawas adalah mengawai seperti halnya penggunaan anggaran dana untuk bahan matrial para pekerja polume dan kualitas bangunan juga ditambah membuat laporan pertanggung jawaban,"paparnya .

Disinggung tentang bangunan tak ber kualitas akibat dari dugaan adanya pungutan ia cukup tidak  tau. Ketua kelompok menambahkan   inisia M dan E .diwilayah kecamatan cirenghas, kecamatan kadudampit, dan kecamatan jampang tengah, mengatakan hal yang sama menurutnya para klopmpok yang mendapat bantuan adalah korban pertanggungjawaban akibat dari perbuatan oknum yang rakus tak pandang bulu.


LSM Gempur juga menyoroti tentang adanya dugaan praktek pungutan Liar memang seharusnya untuk di tindak lanjut oleh pihak yang berwajib lantaran merugikan uang   negara dan rakyat,agar tidak terjadi lagi kedepanya sejumlah oknum harus diberi epek jera.

"Kami atas nama LSM gempur meminta kepada jàjaran team saiber pungli segera menyelidiki kasus ini untuk di usut tintas,"tandasnya.

( E andreas )

Loading...