PENCAK SILAT BUDAYA NUSANTARA LESTARI DIKOTA HUJAN

Advertisement


PENCAK SILAT BUDAYA NUSANTARA LESTARI DIKOTA HUJAN

LKI CHANNEL
Rabu, 30 Oktober 2019

REPORTER- BOGOR Mungkin Pencak silat di Kota Bogor tidak sepopuler olahraga bela diri lain, seperti taekwondo dan  young moodo dari Korea, muay thai dari Thailand, atau Jiu jitsu dan Karate asal Jepang. Tetapi dedikasi para perguruan dan atlet pencak silat selalu berupaya melestarikan bela diri yang diketahui berasal dari Nusantara ini.

Bersama peguruan besar pencak silat lainnya yang tersebar di Indonesia, ditenggarai Perguruan Silat Padjadjaran

Menurut Putra Sungkawa, ada beberapa tantangan untuk melestarikan bela diri asli yang berasal dari Nusantara ini.

"Tantangan terbesar kami adalah berasal di insan pesilat sendiri, dan akhirnya bukan menutup kemungkinan silat sendiri semakin lama akan semakin tergerus oleh waktu, mungkin ini adalah suatu sudut yang ironi bagi kami yang  kebetulan seakan dianak tirikan oleh bangsa sendiri," ujar Putra, sapaan akrab Pendekar PS. Padjadjaran. Salah satu alasannya adalah belum ada perhatian yang "sangat serius" baik dari pesilat maupun pemerintah untuk memiliki sarana dan prasarana pencak silat, seperti Muay Thai atau Young moodo."tegasnya

Tetapi Putra menilai meski tidak terlalu populer dikalangan menengah atas, jumlah peminatnya bisa dikatakan tetap banyak meski sarana dan prasarana seadanya.

Putra mengaku mulai menyukai dan menggeluti dunia pencak silat, saat berumur 4 tahun.

"Pencak silat ini bukan sekedar ilmu bela diri, tetapi filosofi dan unsur budaya dan karakteritik bangsa yang sangat kental," ujarnya usai menghadiri konferensi Pers di Cafe Queens Kitchen, Kecamatan Bogor barat,Kota Bogor,Rabu (23/10/2019).

Selebihnya, bersama Perguruan silat lainnya, Putra Sungkawa membuat berbagai agenda pengabdian terhadap budaya bela diri pencak silat, diantaranya menjadikan Mulok pencak silat dalam kurikulum, Padjadjaran Cup Open Kapolresta Bogor Kota di bulan desember 2019, Perencanaan Hari Nasional Pesilat di Tahun 2020 dan lainnya.

Sebelumnya Putra sungkawa telah menandatangani Nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor pada tanggal 21 Oktober 2019 perihal ekstra kulikuler prioritas dan kemudian menjadikan giat LKI-CHANNEL- BOGOR Mungkin Pencak silat di Kota Bogor tidak sepopuler olahraga bela diri lain, seperti taekwondo dan young,moodo dari Korea, muay thai dari Thailand, atau jiu jitsu dan Karate asal Jepang. Tetapi dedikasi para perguruan dan atlet pencak silat selalu berupaya melestarikan bela diri, yang diketahui berasal dari Nusantara ini.

Bersama peguruan besar pencak silat lainnya yang tersebar di Indonesia, ditenggarai Perguruan Silat Padjadjaran

Menurut Putra Sungkawa, ada beberapa tantangan untuk melestarikan bela diri asli berasal dari Nusantara ini.

"Tantangan terbesar kami adalah berasal di insan pesilat sendiri, dan akhirnya bukan menutup kemungkinan silat sendiri semakin lama semakin tergerus oleh waktu, mungkin ini adalah suatu sudut yang ironi bagi kami kebetulan seakan dianaktirikan oleh bangsa sendiri," ujar Putra, sapaan akrab Pendekar PS. Padjadjaran "Salah satu alasannya adalah belum ada perhatian yang "sangat serius" baik dari pesilat maupun pemerintah untuk memiliki sarana dan prasarana pencak silat, seperti Muay Thai atau Youngmoodo."tegasnya

Tetapi putra menilai meski tidak terlalu populer dikalangan menengah atas, jumlah peminatnya bisa dikatakan tetap banyak meski sarana dan prasarana seadanya.

Putra mengaku mulai menyukai dan menggeluti dunia pencak silat, dimulai berumur 4 tahun.

"Pencak silat ini bukan sekedar ilmu bela diri, tetapi filosofi dan unsur budaya dan karakteritik bangsa yang sangat kental," ujarnya usai menghadiri konferensi Pers di Cafe Queens Kitchen, Kecamatan Bogor barat,Kota Bogor,Rabu (23/10/2019).

Selebihnya, bersama Perguruan silat lainnya, Putra Sungkawa membuat berbagai agenda pengabdian terhadap budaya bela diri pencak silat, diantaranya menjadikan Mulok pencak silat dalam kurikulum, Padjadjaran Cup Open Kapolresta Bogor Kota di bulan desember 2019, Perencanaan Hari Nasional Pesilat di Tahun 2020 dan lainnya.

Sebelumnya Putra sungkawa telah menandatangani Nota kesepahaman dengan Dinas Pendidikan Kota Bogor pada tanggal 21 Oktober 2019 perihal ekstra kulikuler prioritas dan kemudian menjadikan giat dalam kalender event di kota bogor.(Ojm)


Loading...