Jelang Hari Sumpah Pemuda, Nama Ja'far Kembali Disebut Sebagai Pemuda Hebat

Advertisement


Jelang Hari Sumpah Pemuda, Nama Ja'far Kembali Disebut Sebagai Pemuda Hebat

REPORTER
Senin, 14 Oktober 2019

  Jelang Hari Sumpah Pemuda, Nama Ja'far Kembali Disebut Sebagai Pemuda Hebat

REPORTER ■ Jelang Hari Sumpah Pemuda yang akan diselenggarakan pada 28 Oktober mendatang, sejumlah civitas akademika dan ilmuwan muda dunia berkumpul di Kota Solo. Konvensi Pemuda Hebat itu digelar selama dua hari di kota Budaya Surakarta.

Uniknya, nama Muhammad Ja’far Hasibuan, pemuda asal Sumatera Utara yang berhasil menginovasi bahan olahan terasi menjadi obat kulit luar dan dalam bagi manusia dan hewan, kembali disebut-sebut dalam forum tersebut. Bahkan, pengusaha farmasi asal Brunai Darussalam ikut merespon.

"Itu temuan yang cerdik dan pintar. Saat yang lain hanya bicara terasi sebagai bagian dari bumbu masak, beliau mampu membuat terobosan menjadi sebuah obat kulit. Ya, patutlah kita beri apresiasi," kata Datuk Mohamed Yosuf Al Haj, pengusaha Brunai yang malam ini tengah mengikuti acara Konvensi di kota Solo, jawa tengah. (13/10).

Menurut Datuk, sudah sepantasnya jika pemerintah Indonesia memberi perhatian khusus atas temuan ini. Karena, saat dunia pasar bebas sudah diberlakukan seperti saat ini, kekayaan intelektual yang sekiranya memberi manfaat ekonomi kedepannya harus ditampung dan dikembangkan.

"Itu hal kecil tapi bisa berdampak luar biasa. Bila dikembangkan, sangat mungkin memberi wadah bagi tenaga kerja yang cukup besar. Selain tentunya, mempunyai nilai ekonomis makro," ungkap Datuk, kepada erajateng.com, malam ini.

Datuk menilai, jika sekelas China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) dan WIIPA Special Award World Invention Intelektual Property Association saja sudah mengakui temuan dan keilmuan Ja'far, maka sepatutnya ada pihak yang memfasilitasi dari temuan tersebut.

Memang diakui oleh Ja'far, pihaknya pernah diundang oleh Menteri Koperasi Dan UKM RI Drs.Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga terkait prestasi yang telah mengalahkan 193 negara di dunia dibawah PBB dalam event CSITF di China beberapa bulan lalu.

"Tapi sejauh ini belum ada pembicaraan detail tentang produksi obat secara masal dengan beliau. Ya, masih terbatas memberi ucapan selamat saja," terang Ja'far, hari ini.

Justru, kata Ja'far, sejak ia tampil di acara hitam putih di Trans7 mulai banyak yang mengontak.

"Sudah banyak yang kontak, bahkan ada ribuan yang hendak minta dan membeli obat ini. Sayangnya, saya masih mengerjakannya secara konvesional, sehingga belum dapat memproduksi secara masal," terang Ja'far.

Diakui oleh Ja'far, sudah ada beberapa pihak koorporasi yang sudah menghubungi, namun sejauh ini belum ada yang cocok.

"Alasannya, karena saya ingin, jika Allah berkehendak untuk dibuatkan pabrik, biarlah diisi oleh putra putri negeri ini saja, tak perlu harus tenaga kerja asing. Itu niat dan harapan saya," pungkas Ja'far, yang kini tengah sibuk mempersiapkan agenda Santri Enterpreneurship di Sumatera Utara.

Ninoy Asegaf

Ingin tahu lebih jauh tentang Muhammad Ja’far Hasibuan, penemu obat kulit yang dinamakan Biofar Shrimp Skin Care, yang bisa digunakan untuk hewan dan manusia., berikut ini tayangan Vidionya di Trans7 TV.



Loading...