Santri Putri Pesantren Al Khoiriyyah Garut Ikuti Latihan Sepak Bola

Advertisement


Santri Putri Pesantren Al Khoiriyyah Garut Ikuti Latihan Sepak Bola

REPORTER
Kamis, 19 September 2019

Santri Putri Pesantren Al Khoiriyyah Garut Ikuti Latihan Sepak Bola

REPORTER ■ Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat mengadakan Sport Visitor Program, yaitu mengenalkan olahraga, khususnya sepakbola. Kegiatan yang menyasar kalangan pelajar tersebut diadakan di tiga kota yakni Bandung, Garut dan Tasikmalaya.

Staf Public Affair Kedubes Amerika Serikat, Delia Vitananda, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan organisasi nonprofit untuk mendatangkan dua pelatih sepak bola asal Amerika Serikat ke Indonesia, yaitu Jennifer Smith dan Charlie Crawford.

"Jennifer merupakan pelatih sepak bola profesional putri. Sedangkan Charlie juga seorang pelatih sepak bola," ujar Delia, saat mengadakan pelatihan sepakbola kepada para santri putri Pesantren Al Khoiriyyah, Kelurahan Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Rabu (18/9/2019).

Menurut Delia, program yang diadakan tahun ini merupakan terusan. Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu, pihaknya sudah mengirimkan 14 pelatih dari Indonesia ke Amerika Serikat untuk diberikan pelatihan selama dua minggu.

"Selain kepada kalangan pelajar, di Bandung kami juga memberi pelatihan ke guru olahraga untuk ditularkan ke para siswa," ucapnya.

Delia pun berharap, dengan adanya program tersebut anak muda semakin berminat dan lebih mau berprestasi dalam olahraga sepakbola. Khususnya kalangan kaum wanita untuk menjadi atlet. 

Jennifer Smith, salah seorang pelatih sepak bola asal Amerika Serikat, menyebutkan, banyak hal yang bisa didapatkan dari olahraga. Ia pun mengaku ingin menularkan kepada kaum wanita untuk tidak takut menjadi seorang atlet. 

"Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari olahraga. Selain sehat, juga bisa banyak teman di tim. Saya mau anak-anak ini juga punya hal yang sama seperti saya," katanya.

Jenifer menambahkan, selain bisa membuat sehat, dari olahraga juga bisa belajar keterampilan dan kepemimpinan. Ia pun berharap, para pelajar bisa membuat komunitas olahraga yang lebih baik.

Sementara itu, Asypi (14), salah satu santri putri Pesantren Al Khoiriyyah yang ikut program tersebut mengaku sangat terkesan dengan adanya kegiatan yang diadakan pihak Kedutaan Besar Amerika Serikat itu. Terlebih pelatih yang didatangkan berasal dari luar negeri.

Menurut Asypi, meskipun selama berlatih cukup terkendala dengan bahasa, namun ia masih bisa memahami apa yang disampaikan oleh pelatih. Asypi pun mengaku, kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya.

"Memang ada kendala dalam komunikasi. Tapi dengan bahasa isyarat cukup mengerti apa yang disampaikan (pelatih). Apalagi ada penerjemah juga," ucapnya.

Asypi menuturkan, pelatihan tersebut mencakup mulai dari pemanasan sampai teknik bermain dan cara menggiring bola. Ia menyebut, banyak ilmu yang bisa diserap dari kegiatan tersebut, terutama untuk melatih fisik saat berolahraga.

"Mereka juga terus kasih semangat," katanya. (Pikiran Rakyat)

Loading...