Dini Hari Perang Batu Terjadi Di Slipi, 17 Pendemo Ditangkap

Advertisement


Dini Hari Perang Batu Terjadi Di Slipi, 17 Pendemo Ditangkap

REPORTER
Kamis, 26 September 2019

 Dini Hari Perang Batu Terjadi Di Slipi, 17 Pendemo Ditangkap

REPORTER ■ Hingga pukul 01.20 WIB dini hari, Kamis (25/9/2019), sejumlah massa masih bertahan di Jalan Palmerah Utara, slipi, Jakarta Barat. Mereka melempar batu ke arah polisi yang ada di perempatan Slipi.

Polisi terus berupaya memukul mundur massa dengan gas air mata. Sejumlah orang pun ditangkap di sekitar Jalan Palmerah Utara, Jakarta.

Mereka yang ditangkap lalu dibawa ke mobil barracuda di perempatan Slipi. Sementara sejumlah personel TNI dengan peralatan lengkap masih berjaga di kawasan Slipi.

Para personel TNI tampak bersiaga di jalan dekat gedung Jakarta Design Center. Ada pula warga yang melakukan penutupan jalan menggunakan bangku kayu di depan Rumah Sakit Bhakti Mulia.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kapolres Jakarta Pusat Harry Kurniawan mengatakan bahwa para pelajar itu berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Tangerang, Karawang, Bekasi, hingga Bogor.

"Saya tanya mereka satu per satu tujuannya apa, mereka tidak ada yang tahu," kata Harry.

Hengki Haryadi menenggarai aksi unjuk rasa terkait penolakan RUU KUHP yang berakhir ricuh disusupi oleh kelompok tertentu.

"Kami mencurigai aksi tersebut ditunggangi oleh oknum yang ingin memanfaatkan situasi dan kondisi saat ini," katanya.

Demo mahasiswa dan pelajar STM yang berakhir ricuh hingga malam hari ini mengakibatkan kerusakan di beberapa titik seperti pembakaran Pos Polisi Lalu Lintas yang berada di bawah kolong Tol Slipi, Jakarta Barat.

"Saat ini kami sudah mengamankan sebanyak 17 orang terkait kasus perusakan dan pembakaran pos lantas Slipi. Mirisnya, dari para pelaku yang berhasil diamankan rata-rata mereka masih di bawah umur," imbuh Hengki.

Hengki mengatakan Polrestro Jakarta Barat beserta Polda Metro Jaya masih mendalami pola yang digunakan oleh para pelaku karena terindikasi memiliki pola yang sama seperti demo 22 Mei lalu.

"Para pelaku yang diamankan juga berasal dari luar daerah atau luar Jakarta, ini yang patut kita curigai dan akan terus kita dalami," katanya.

■ Eddy Baskoro

Loading...