Inilah 6 Tuntutan Aksi Mahasiswa Cianjur Yang Berakhir Tragis

Advertisement


Inilah 6 Tuntutan Aksi Mahasiswa Cianjur Yang Berakhir Tragis

REPORTER
Jumat, 16 Agustus 2019


REPORTER ■ Aksi demo mahasiswa Cianjur pada Kamis (15/8) berakhir tragis. Pasalnya, akibat aksi ini 3 anggota kepolisian mengalami luka bakar.

Tiga anggota polisi itu masing-masing Bripda Aris Simbolon, Bripda Yudhi anggota Dalmas Polres Cianjur dan Aiptu Erwin yudha anggota Polsek Cianjur mengalami luka bakar dan harus menjalani perawatan di RSUD Cianjur.

Dalam rilis kelompok Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Plus Cianjur menyebutkan bahwa aksi ini bentuk kepedulian mahasiswa Cianjur yang ingin menyuarakan keadilan dan kebenaran.

"Kita lihat hari ini, berapa persen masyarakat yang menganggur akibat lapangan kerja yang sempit. Kurangnya perhatian pendidikan masyarakat Cianjur menyebabkan SDM kian memburuk," ujar M Fadil Fahmi, selaku korlap.

Sebelumnya, massa menyambangi Kantor DPRD Kabupaten Cianjur Jl. Kh. Abdullah bin Nuh Kel. Nagrak Cianjur dan Kantor Pemda Kabupaten Cianjur Jl. Siti Jenab, Kelurahan Sawahgede  dan berlangsung lancar.

Bahkan sekitar Jam 10.40 WIB massa aksi sempat diterima oleh sdr. Aris (Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Cianjur).

Usai itu, massa aksi lalu longmarch menuju Kantor Pemda Kabupaten Cianjur dan melakukan orasi.

Sekitar jam 12.30 wib, Masa aksi melakukan pemblokiran di Jl. Siliwangi (Depan Pintu masuk Pemda Kab. Cianjur) yang mengakibatkan kemacetan arus lalin sepanjang Jalan Siliwangi Cianjur.

Sekitar jam 13.00 wib, massa aksi melakukan pembakaran ban yang kemudian mengakibatkan 3 anggota Kepolisian terkena luka bakar.

Diduga ada massa yang menyiram bensin ke sekitar ban, sehingga api menyambar anggota Kepolisian yang mencoba memadamkan api tersebut.

Berikut adalah 6 tuntutan aksi mahasiswa Cianjur :

1. Belum jelas arah 6 program strategis "Cianjur Jago"
2. Belum tegaknya kesejahteraan rakyat Kabupaten Cianjur, utamanya yang menyangkut kehidupan Sosial, Pendidikan, Kesehatan dan Lingkungan Hidup.
3. Minimnya lapangan pekerjaan.
4. Belum terlaksananya Reforma Agraria Sejati, wujudkan kedaulatan pangan.
5. Belum terciptanya kesejahteraan ekonomi rakyat.
6. Terjadi kafitalisasi di sektor pendidikan, sehingga belum terwujudnya Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kabupaten Cianjur.

■ Jamile/rls

Loading...