Insentif Guru Honorer Rp12 miliar di KBB Sudah Cair

Advertisement


Insentif Guru Honorer Rp12 miliar di KBB Sudah Cair

REPORTER
Selasa, 14 Mei 2019


INFONEWS.CO.ID ■ Insentif untuk guru non PNS atau honorer akan diberikan pada guru non PNS atau honorer sebesar Rp12 miliar pada semester pertama tahun ini.

Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat tersebut termasuk tenaga kependidikan seperti tenaga administrasi dan operator sebesar.

Demikian hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat, Imam Santoso kepada awak media, seraya menambahkan bahwa anggaran insentif bagi guru honorer tersebut sudah dicairkan usai Pemilu 2019 kemarin.

Anggaran dari APBB Bandung Barat tersebut, imbuhnya, bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan serta sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pengabdian para guru dalam mendidik anak di sekolah.

“Prosesnya sebetulnya sudah lama, cuma baru cair pasca pilpres kemarin dan itu langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru,” kata Imam, Senin (13/5/2019).

Imam menyebutkan, anggaran sebesar Rp 12 miliar tersebut diperuntukan bagi ribuan orang (guru dan tenaga kependidikan) yang sudah melalui tahapan verifikasi dan validasi data sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Aturan penerima insentif bagi guru ini, bagi mereka yang sudah mengajar selama 6 tahun ke atas dengan besaran insentif Rp 750 ribu/guru/semester. Nanti selanjutnya ada pencairan semester kedua yang rencananya pada Oktober mendatang. Total insentif bagi guru dalam setahun mencapai Rp 1,5 juta/guru dengan mekanisme pencairan dua kali,” katanya.

Besaran insentif ini, disamaratakan bagi seluruh guru di tingkat PAUD/TK, SD hingga SMP. Nilai insentif mengalami kenaikan hingga 200 persen bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun sebelumnya insentif bagi guru itu hanya Rp 500 ribu/tahun. Sekarang naik jadi Rp 1,5 juta/tahun. Walaupun memang belum seluruhnya guru honorer ini tercover karena harus disesuaikan dengan kemampuan APBD,” ungkapnya.

Bantuan insentif yang naik signifikan ini, sebut dia, berdasarkan kebijakan dan keberpihakan Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna kepada para guru yang sudah mengabdi dan mendidik anak-anak di sekolah agar mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik.

“Sesuai harapan pak bupati dengan menaikan bantuan insentif guru ini agar kemajuan mutu pendidikan lebih baik. Apalagi para guru juga sangat sulit untuk menjadi seorang PNS (kuota terbatas),” kata Imam seraya menyebutkan guru di tingkat PAUD/TK, SD hingga SMP mendapatkan langsung SK Bupati sebagai dasar penerima bantuan insentif tersebut.

■ Rasyid

Loading...