Breaking News

Dua Lansia Tewas Terpanggang Saat Bersihkan Lahan Tebu di Blawe, Ini Kronologi Lengkapnya

 


 KEDIRI, reporter.web.id – Musibah tragis terjadi di Desa Blawe, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri pada Jumat (1/8/2025). Kegiatan pembakaran limbah daun tebu yang dilakukan secara manual berakhir duka, setelah dua warga lansia ditemukan meninggal dunia akibat kebakaran lahan.

Korban diketahui bernama Murtaji (65) dan Poniman (70). Keduanya mengalami luka bakar serius dan ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area ladang.

Kapolsek Purwoasri, Iptu Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa awalnya kedua korban bersama seorang rekannya, Suwaji, tengah membersihkan sisa panen di lahan milik Budianto.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, pemilik lahan sempat datang membawa makanan dan menyampaikan agar pekerjaan dihentikan pada pukul 11.00 WIB, untuk dilanjutkan besok,” jelas Rudi.

Namun, ketika hendak bersiap pulang sekitar 11.30 WIBPoniman justru memutuskan membakar sisa daun tebu di bagian utara ladang dengan alasan hanya tersisa sedikit. Tanpa disadari, hembusan angin yang kencang dan kondisi panas menyulut api semakin meluas, membakar area kebun tebu milik warga lainnya.


Api Membesar, Dua Korban Tak Terselamatkan

Melihat api mulai membesar, Suwaji berusaha menghambat laju api agar tak menjalar lebih luas. Namun upaya itu tak membuahkan hasil cepat. Proses pemadaman manual baru berhasil dilakukan sekitar pukul 13.30 WIB.

Usai api padam, Suwaji menyadari bahwa Murtaji dan Poniman tidak terlihat. Ia sempat mengecek ke rumah masing-masing korban namun keduanya belum juga pulang. Khawatir terjadi sesuatu, Suwaji kembali ke lokasi dan meminta bantuan warga untuk mencari.

“Setelah dilakukan pencarian, kedua korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di tengah lahan,” ungkap Kapolsek.

Kejadian ini segera dilaporkan ke pihak kepolisian setempat.


Diduga Kehabisan Oksigen Akibat Asap Tebal

Menurut hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh kedua korban. Namun, kerusakan pada jaringan kulit akibat terbakar terdeteksi cukup parah.

“Kemungkinan korban kehilangan kesadaran lebih dulu karena terpapar asap tebal dan kekurangan oksigen, sebelum akhirnya terbakar,” terang Iptu Rudi Hartono.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya para petani, agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sisa panen, terlebih di musim kemarau dan kondisi cuaca ekstrem.

Pihak kepolisian juga mengimbau warga untuk mempertimbangkan metode lain yang lebih aman dalam membersihkan lahan guna mencegah terulangnya tragedi serupa.(RED.BRI)

© Copyright 2022 - REPORTER.WEB.ID | Jaringan Berita Reporter Hari Ini